Penambangan Pasir Laut Untungkan Warga Pulau Tunda

Wibowo Sangkala
09/3/2016 21:27
Penambangan Pasir Laut Untungkan Warga Pulau Tunda
(ANTARA/Asep Fathulrahman)

WARGA dan nelayan di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten menyambut positif aktivitas penambangan pasir laut oleh kapal Queen of Nederland di sekitar perairan Pulo Tunda. Penambangan pasir laut itu dinilai bisa memberikan penghasilan tambahan bagi Pulau Tunda mendapat keuntungan dari Corporate Social Responsibility (CSR) aktivitas penambangan pasir laut tersebut.

Bagi masyarakat Pulau Tunda, penambangan pasir laut bukanlah sesuatu yang baru. Pasalnya, penambangan pasir laut di perairan tersebut sudah dilakukan sejak 2012 lalu.

Pulau Tunda sendiri hanya memiliki satu desa yakni Desa Wargasara dengan jumlah penduduk 1.200 jiwa. Seluruh masyarakat Desa Wargasara mendapat bantuan CSR dengan jumlah yang bervariasi.

Selain itu, masyarakat juga mendapat CSR dalam bentuk bea siswa, pembangunan tempat ibadah, kemalangan, honor guru, listrik dan pembangunan infrastruktur lainnya. Sehingga masyarakat Desa Wargasara merasakan manfaat dari adanya penambangan pasir laut tersebut.

Menurut Kepala Desa Wargasara, Syamsul Bahri, masyarakat sangat diuntungkan dengan adanya penambangan pasir laut di sekitar Pulau Tunda. Sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara hanya mengecap pendidikan sekolah dasar (SD).

Namun, setelah adanya penambangan pasir laut, masyarakat Desa Wargasara minimal berpendidikan SMA. Bahkan, banyak diantaranya yang sarjana.

"Sebelum adanya penambangan pasir laut, masyarakat hanya tamat SD saja, tapi sekarang sudah banyak yang sarjana, minimal tamat SMA,” ujar Syamsul, Rabu (9/3).

Selain itu, tambah Syamsul, wajah Desa Wargasara mengalami kemajuan. Masyarakat Desa Wargasara kini dengan mudah mendapat listrik, jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar.

“Kalau dibandingkan dulu dan sekarang, banyak kemajuan yang dialami Desa Wargasara. Dari pasokan listrik yang mudah, jalan-jalan desa yang baik dan tempat ibadah yang besar,” tambah Syamsul.

Tokoh masyarakat Desa Wargasara, Yan Sawiyan, 63 tahun penambangan pasir laut itu memberikan manfaatkan kepada masyarakat Desa Wargasara diperoleh dari penambangan pasir laut.

"Sejak adanya penambangan pasir laut, banyak perubahan yang dialami masyarakat Desa Wargasara. Masyarakat sudah tidak khawatir dengan kemiskinan dan kebodohan. Masyarakat sudah hidup seperti masyarakat lainnya,” ujar Sawiyan. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya