Relokasi Jalur Kereta Porong Terkendala Pembebasan Lahan

Heri Susetyo
01/3/2016 20:00
Relokasi Jalur Kereta Porong Terkendala Pembebasan Lahan
(ANTARA/Umarul Faruq)

RELOKASI jalur kereta di kawasan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur saat ini masih mengalami kendala pembebasan lahan. Pasalnya, warga pemilik lahan meminta harga tinggi.

Relokasi diperlukan karena jalur kereta Porong sudah tidak aman karena letaknya berdekatan dengan tanggul lumpur panas Lapindo dan sering terendam banjir. Pihak PT Kereta Api Indonesia hingga saat ini terus melanjutkan upaya merelokasi jalur kereta api Porong.

Jalur Surabaya- Malang nantinya tidak akan melalui Porong lagi namun akan melalui Kecamatan Tulangan Sidoarjo dan Beji Pasuruan. Dari Kota Surabaya, kereta api akan menuju Stasiun Kota Sidoarjo dan kemudian menuju ke Stasiun Tulangan dan dilanjutkan ke Stasiun Beji Kabupaten Pasuruan.

Pihak PT KAI sudah lama merampungkan pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Kota Sidoarjo hingga Stasiun Tulangan. Namun kelanjutan pembangunan infrastruktur dari Stasiun Tulangan ke Beji Pasuruan masih terkendala pembebasan lahan karena warga meminta harga tinggi.

Jalur kereta dari Stasiun Tulangan ke Beji Pasuruan sepanjang 18 kilometer saat ini pembebasan lahannya baru berhasil sebelas persen. "Kami akan terus berupaya agar pembebasan lahan bisa diselesaikan," kata kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, Widodo, Selasa (1/3).

Menurutnya, proses pembebasan lahan diharapkan sudah bisa diselesaikan pada 2017 mendatang. Sementara proses pembangunan infrastruktur jalur kereta bisa dikerjakan dalam waktu dua hingga tiga tahun sehingga jalur kereta api baru ini diharapkan bisa dilalui pada 2019 mendatang.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya