Sukabumi Waspadai Merebaknya LGBT

Benny Bastiandy
25/2/2016 16:27
Sukabumi Waspadai Merebaknya LGBT
(ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

FENOMENA kelompok lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), sudah terendus di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pemkot Sukabumi mengharapkan agar semua elemen masyarakat bisa sama-sama ikut menangkal makin merebaknya fenomena tersebut.

"Saya kira keberadaannya di Kota Sukabumi ada. Semua warga juga sudah tahu di mana mereka beraktivitas," kata Wali Kota Sukabumi Mohamad Muraz, beberapa waktu lalu.

Menurut Muraz, menyikapi gejala LGBT yang saat ini menjadi buah bibir, sebetulnya kembali lagi kepada keluarga. Artinya, bagaimana membina ketahanan keluarga lebih baik.

"LGBT itu bertentangan dengan semua ajaran agama karena tidak sesuai dengan fitrah manusia. Saya kira LGBT adalah sebuah penyimpangan," tegasnya.

Meskipun sudah mengendus adanya aktivitas LGBT di Kota Sukabumi, tetapi Muraz belum bisa memastikan jumlahnya. Agar ke depan jumlah komunitas tersebut makin berkurang, perlu adanya peran serta berbagai pihak.

"Untuk menangkalnya, kami tugaskan KPAI untuk berkeliling ke setiap sekolah-sekolah. Minimalnya mereka bisa memberikan berbagai informasi, misalnya dampak negatif dari perbuatan mereka," terangnya.

Sekretaris Komisi Perlindungan Anak Kota Sukabumi, Fifi Kusumajaya, menambahkan untuk mencegah wabah LGBT, perlu adanya peningkatan ketahanan keluarga. Penanganan fenomena LGBT harus dilakukan secara terpadu, bukan tugas KPA saja.

"Kami (KPA) hanya memiliki tugas agar mereka tidak menularkan HIV/AIDS. Kami lakukan pembinaan kepada mereka," terang Fifi.

Fifi menegaskan LGBT secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian, dan budaya bangsa Indonesia yang religius. LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia. "LGBT merupakan sebuah kelaian dan fenomena sosial yang perlu ditangani secara komprehensif," tandasnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya