Bupati Modali Eks Anggota Gafatar

MI
25/2/2016 08:25
Bupati Modali Eks Anggota Gafatar
(Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi -- MI/Panca Syurkani)

KALA rekan-rekan mereka dag-dig-dug dengan masa depan, 23 eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bisa berlega hati. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan setiap kepala keluarga mendapat bantuan modal Rp15 juta.

"Setelah kembali ke daerah masing-masing, dengan pengalaman yang mereka miliki, kami berharap modal itu bisa digunakan untuk bertani. Mereka juga bisa menggunakannya untuk mengontrak rumah," papar Dedi, Rabu (23/2).

Sejak dipulangkan dari Singkawang, Kalimantan Barat, para eks anggota Gafatar itu ditampung di Balai Latihan Kerja, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Purwakarta, selama dua minggu. Setelah itu, bupati mengumpulkan mereka untuk mendapat pengarahan, kemarin.

Pada kesempatan itulah, Dedi memberikan santunan sebesar Rp15 juta untuk setiap keluarga. "Hari ini, Anda bisa pulang ke tempat asal. Ada modal Rp15 juta yang bisa dimanfaatkan untuk bertani dan mengontrak rumah," kata Dedi.

Meski dikembalikan ke Purwakarta, ke-23 eks anggota Gafatar itu sebenarnya tidak tercatat sebagai penduduk Purwakarta. Mereka merupakan pendatang yang berasal dari Subang, Karawang, dan Bekasi, yang mengontrak rumah di Purwakarta.

"Saya berharap mereka tidak lagi mengikuti aliran tertentu, termasuk Gafatar. Mereka harus serius berubah meninggalkan kelompok itu," tandas Dedi.

Dari Jambi dilaporkan, mantan anggota Gafatar yang ditampung di Asrama Haji Pondok Gede, Bekasi, akan tiba hari ini. Mereka akan kembali ditampung di markas Kores 042/Garuda Putih.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jambi Ali Dasril mengatakan di markas korem, para eks anggota Gafatar itu akan tinggal beberapa hari untuk mendapat pembinaan dari Dinas Sosial Jambi. "Danrem juga sudah menyatakan siap membantu memfasilitasi pembinaan."

Ali menambahkan ada 81 warga Jambi di Asrama Haji Pondok Gede. Namun, sebagian besar sudah dijemput keluarga mereka. "Mungkin yang kami pulangkan tinggal sekitar 30 orang." Untuk melayani mereka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi sudah membangun dapur umum dan MCK.(RZ/SL/Ant/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya