Banjir ke Cieunteung Lagi

MI
24/2/2016 08:54
Banjir ke Cieunteung Lagi
(Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

UNTUK kesekian kalinya di tahun ini, warga Kampung Cieunteung, Kelurahan/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kebanjiran. Meski warga telah terbiasa, kepanikan tetap terjadi karena air datang pada malam hari, saat warga terlelap.

"Saat bangun subuh, air sudah hampir sampai ke tempat tidur. Padahal, malam hari, saat mau tidur, belum ada tanda-tanda air naik," papar Wawan, 31, warga.

Kapolsek Baleendah Komi-saris Suhari mengaku sudah menyiagakan personel untuk mengevakuasi warga. "Warga sudah diungsikan ke tiga lokasi yang disediakan pihak kecamatan," ujarnya. Masih di Kabupaten Ban-dung, sekitar 460 rumah di Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, juga terendam banjir setinggi 70 cm. Sebagian warga terpaksa mengungsi.

"Banjir terjadi akibat tanggul penahan selokan jebol, sehingga luapan air dari Sungai Ciguruik membanjiri perumah-an," ungkap Rian, 31, warga.

Hujan besar juga merendam sebagian wilayah di pantai utara Jawa Tengah, seperti Semarang, Pekalongan, Kendal, Grobogan, Demak, Salatiga, Ungaran, Pati dan Jepara. Di Semarang, beberapa kawasan dan jalan protokol tergenang banjir dengan ketinggian lebih dari 50 cm.

Di Kota Pekalongan, banjir yang belum surut beberapa hari lalu kembali meninggi. Tinggi air di wilayah Krapyak, Panjang, Slamaran, Tirto, Cabean, dan Cijeruk mencapai 1 m.

Banjir juga membuat jembatan sepanjang 60 m di Su-ngai Kaliwatu, Patean, Kendal, terbawa arus. Warga pun terpaksa harus memutar cukup jauh untuk keluar dari desa.

Dari Pasuruan, Jawa Timur, dilaporkan, banjir terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai. Abdul Kholik, 60, warga Jalan Jambangan II, terseret banjir. Upaya tim SAR dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencari korban belum membuahkan hasil.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas, Jawa Tengah, juga mengakibatkan tanah longsor di Desa Soka-wera, Kecamatan Cilongok. Tanah longsor dari terbing setinggi 7 meter dan panjang 20 meter menimbun jalan desa setempat. "Tanah longsor juga mengancam empat rumah," kata Munarjo, 64, warga.

Tanah longsor juga terjadi di Kampung Bonceret, Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Akibatnya, akses jalan penghubung enam desa dan dua kecamatan terputus.(Tim/N-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya