Ribuan Korban Banjir Solok Selatan Terserang Penyakit

Yose Hendra
16/2/2016 16:43
Ribuan Korban Banjir Solok Selatan Terserang Penyakit
(Antara/uhammad Arif Pribadi)

SEPEKAN setelah dilanda banjir dan longsor, ribuan warga di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, mulai terserang pelbagai penyakit. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan Novirman mengatakan para korban banjir dan longsor diserang penyakit kulit, gatal-gatal, demam, diare, dan inspeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Dikatakannya, warga terserang berbagai penyakit sejak tiga hari setelah banjir dan longsor melanda daerah tersebut Senin (8/2). "Sampai hari ini, jumlah pasien mencapai 1.712 orang," ujar Novirman, Selasa (16/2).

Menurutnya, korban terjangkit penyakit hampir merata di nagari/desa yang dilanda banjir, seperti di Jorong Kampung Tarandam dan Batang Labuah Nagari Pasar Muaralabuh. Lalu Jorong Kiambang Nagari Koto Baru dan Jorong Bintuang Nagari Bomas.

Ia menjelaskan, ada sekitar 421 warga terkena penyakit kulit, 200-an menderita ISPA dan demam. Selebihnya, diare, luka-luka, darah tinggi,
asma dan penyakit lainnnya.

Dikatakan Novirman, rentannya warga disebabkan rumahnya digenangi lumpur pascabanjir. Disamping itu, juga kekurangan air bersih. Perubahan cuaca yang kontras saat ini juga ikut mempengaruhi korban didera penyakit.

Saat ini, jelasnya, cuaca mulai panas, debu-debu pun bertebaran. Disaat bersamaan, alat berat mengangkat tanah dan kayu bekas banjir dan longsor
di jalan. "Kami sudah bagikan lebih dari 2000 masker ke masyarakat," tukasnya.

Penanganan lain, kata Novirman, para pasien diberi obat dan bisa mengakses pengobatan di beberapa posko bencana dan kesehatan yang
didirikan pascabanjir. Posko bencana, katanya, tersebar di setiap puskesmas. "Khusus kecamatan Sungai Pagu dan Pauh Duo, posko dibuka di tiap jorong dan nagari," jelasnya.

Pihaknya juga mengerahkan Puskesmas keliling dengan jumlah 7 armada. Masing-masing armada, kata Novirman, ada dokter, perawat, sanitarian, dan tenaga survelans.

"Kita juga dapat tenaga medis dari PMI Unand dan Poltekkes. Total ada 19 dokter yang menangani," ujarnya. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya