Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Rapat Koordinasi Penanggulangan DBD, Chikungunya dan Zika di Makassar, Senin (15/2). Rapat dihadiri seluruh Kepala Dinas Kesehatan dari 24 kabupaten/kota di Sulsel.
Hingga kini, sudah 11 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel yang masuk kejadian luar biasa (KLB) demam berdara dengue (DBD) yaitu Bulukumba, Luwu Utara, Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Wajo, Tana Toraja (Tator), Gowa, Enrekang, Palopo, Luwu Timur, Toraja Utara dan Sinjai.
Nurul AR, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Sulsel menjelaskan hingga 15 Februari jumlah penderita DBD di Sulsel mencapai 2.201 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 15 kasus.
"Khusus Februari, jumlah kasus DBD tercatat 415 dengan jumlah kematian 4 orang, masing-masing satu orang di Barru, Bone, Bulukumba dan Gowa. Semuanya masuk daftar KLB atau zona merah DBD, kecuali Barru yang masuk zona kuning atau waspada," jelas Nurul.
Kadis Kesehatan Sulsel Rahmat Latif menegaskan, dengan kondisi DBD demikian, wilayah di Sulsel dibagi tiga zona yaitu zona merah yang KLB DBD, lalu zona kunig, yang sudah mulai terjangkit DBD dan zona aman, yang zero DBD seperti Kepulauan Selayar, yang merupakan satu-satunya kabupaten yang tidak ada penderita sama sekali.
"Rakor yang digelar hari ini utuk memastikan virus DBD tidak berpindah atau menular lagi baik dari nyamuk atau dari orang yang terinfeksi DBD. Makanya kita lakukan pemetaan wilayah agar tidak makin meluas," kata Rahmat Latif.
Tidak hanya itu, Dinkes Sulsel juga membahas tentang virus zika dan chikungunya. Di Sulsel ada satu kasus yang dicurigai zika, tapi berdasarkan Rapid Diagnostic Test (RDT) diketahui, jika orang tersebut menderita chikungunya.
"Tapi untuk lebih memastikan lagi hasil tesnya, sampel darah yang bersangjutan kita kirim ke Jakarta untuk dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR)," lanjutnya.
Rahmat memastikan belum ada zika di Sulsel. "Seandainya ada, kita patut berhati-hati, lantaran virus tersebut belum punya obat yang spesifik," tandasnya. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved