Dampak Gempa, Tanah Turun 20 Cm

PO/Ant/N-4
14/2/2016 07:57
Dampak Gempa, Tanah Turun 20 Cm
(ANTARA/Kornelis Kaha)

GEMPA tektonis berkekuatan 6,6 pada skala Richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (12/2), menyebabkan ruangan Kantor Dinas Peternakan turun 20 cm. Saat ini pekerja takut masuk ke ruangan kantor itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat, Viktor Umbu Sulung, mengatakan kerusakan juga terjadi di ruangan bedah RSUD Waikabubak. Ruangan itu mengalami kerusakan di bagian atap, plafon, dan tembok. Batu dari tembok jatuh ke ruangan. Beruntung saat kejadian tidak ada pasien di dalam ruangan tersebut.

Bangunan lain yang mengalami retak-retak di lantai dan tembok ialah satu gedung SMP dan satu gedung SMA, gedung Dinas Peternakan, RS Lendemoripa, dan Kantor Dinas Kehutanan. Sementara itu, petugas masih mendata kerusakan rumah penduduk. "Kami sudah melakukan pendataan dan kerusakan yang ditimbulkan gempa," ujar Viktor saat dihubungi kemarin.

Viktor menjelaskan pusat gempa terletak di laut, yaitu di wilayah perairan Kecamatan Lemboaya pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami. Meski dampak gempa tidak begitu parah, jaringan komunikasi ke Sumba Barat dan hampir seluruh wilayah NTT terputus. Viktor pun telah mengimbau warga untuk selalu mewaspadai adanya gempa susulan yang terjadi di NTT, termasuk Pulau Sumba.

Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, mengaku belum mendapatkan data kerusakan gempa yang mengguncang Kota Waikabubak. "Sampai saat ini saya belum mendapat informasi kerusakan yang terjadi pascagempa di Sumba Barat," ujar Gubernur seusai membuka lomba lari sensasional di Bandara El Tarim Kupang. Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, melalui siaran persnya, menjelaskan gempa Sumba dirasakan sangat kuat selama 20 detik di Kabupaten Sumbawa. Kekuatan gempa juga dirasakan selama 3 detik di Denpasar dan Kintamani. "Di Sumba Barat Daya, goyangan gempa sangat kuat selama 3 detik," ujar Sutopo.

Gempa juga dirasakan warga yang tinggal di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat. "Sampai saat ini kami masih menunggu dampak gempa itu, baik di Sumbawa, Denpasar, Kitamani, maupun Sumba Barat Daya," tambah Sutopo.

Sementara itu, Paulus Lelu Bulu, warga Waijewa Sumba Barat Daya, mengatakan gempa 6,6 SR itu dirasakan sangat kuat di daerahnya, "Tapi tidak ada kerusakan atau korban jiwa di desa saya. Entah daerah lain," ujar Paulus.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya