Kota Solo Butuh Tambahan Sampah

12/2/2016 10:39
Kota Solo Butuh Tambahan Sampah
(Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Solo, Jawa Tengah -- ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

PEMERINTAH Kota Surakarta mencari tambahan pasokan sampah ke beberapa daerah tetangga untuk memenuhi kebutuhan rencana Pemerintah Pusat yang telah menetapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

Pejabat Wali Kota Surakarta Budi Yulistianto mengatakan sampah yang dihasilkan warga Kota Solo hanya 260 ton per hari yang dibuang ke TPA Putri Cempo. Sedangkan untuk memenuhi pengelolaan sampah menjadi energi listrik tersebut dibutuhkan 1.000 ton per hari.

"Meski telah terpilih sebagai salah satu dari sejumlah kota yang akan menjadi proyek percontohan, pasokan sampah 1.000 ton itu sangat berat, sebab setiap hari hanya tersedia sampah sebanyak 260 ton," katanya.

Ia mengatakan dari hitungan kalkulasi yang dilakukan kuota minimal yang ditetapkan Pemerintah Pusat itu juga sulit dipenuhi, sekalipun Pemkot Surakarta telah meminta pasokan sampah dari sejumlah daerah di eks Keresidenan Surakarta.

"Kalau ditambah dengan sampah dari wilayah eks Keresidenan Surakarta, diperkirakan baru mencapai sekitar 600 ton per hari. Jelas masih kurang," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Pemkot Surakarta berencana berkonsultasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), tentang persoalan
tersebut. "Jika menyesuaikan feasibility study (FS) lelang pengelolaan TPA Putri Cempo yang sudah disusun, kapasitas pasokan sampah memang hanya 260 ton per hari. Tapi kalau volumenya ditambah dengan sampah yang menumpuk di TPA selama kurang dari dua tahun, mungkin bobotnya bisa bertambah. Tapi ini semua perlu kajian ulang," katanya.

Kementerian ESDM telah melirik Solo sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah nasional bersama lima kota besar lainnya pada akhir September 2015. Kelima kota selain Solo itu adalah Denpasar, Palembang, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. (Ant/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya