Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDANGKALAN sungai akibat aktivitas penambangan menjadi salah satu pemicu terjadinya banjir besar di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung. "Sungai mengalami pendangkalan akibat aktivitas penambang pasir timah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung, Najamuddin, kemarin.
Dia menambahkan, selain pendangkalan, ada faktor alam. "Curah hujan (tinggi) dan air laut pasang," ujarnya. Hingga tadi malam, banjir di Pangkalpinang masih tinggi. Petugas kewalahan menghadapi semakin banyaknya korban yang mengungsi ke rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang. "Kalau ada yang belum terbantu sabar," pinta Asisten 1 Pemkot Pangkalpinang, Suparyono.
Berdasarkan informasi BPBD, korban banjir Pangkalpinang mencapai 10 ribu kepala keluarga (KK) lebih. "Data ini belum pasti ," ujar Sekretaris BPBD Kota Pangkalpinang Susanto.
Gubernur Bangka Belitung Rustam Efendi menyatakan banjir Pangkalpinang sangat memprihatinkan. "Pemprov bersama pemkot akan memperbaiki saluran dan irigasi sehingga tidak banjir lagi," katanya. Selain Bangka Belitung, banjir juga melanda provinsi lain, di antaranya di Riau, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Di Riau, sedikitnya 15 kecamatan menjadi korban banjir kiriman dari Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Koto, Sumatra Barat .
Bencana itu mengakibatkan jalur Riau-Sumatra Barat putus total. "Kemacetan kendaraan sudah 10 kilometer. Tak ada yang berani melintas di Air Tiris hingga ke Bangkinang karena genangan air tinggi," jelas Kepala BPBD Riau Edwar Sanger
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatra Barat menengarai musibah banjir di 10 daerah di provinsi itu tidak hanya karena faktor curah hujan yang tinggi, tapi juga dipicu oleh kerusakan lingkungan.
"Penyebab kerusakan lingkung-an di Sumbar ialah eksploitasi sumber daya alam yang tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan," kata Direktur Walhi Sumbar Uslaini di Padang.
Menurut dia, berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Maret 2015, di Sumbar terdapat 262 izin usaha pertambangan (IUP), 188 IUP di antaranya berstatus operasi produksi dengan komoditas emas, timah hitam, galena, bijih besi, tembaga, mangan, batu kapur, kalsit, dan batu bara.
Menurut dia, aktivitas pertambangan terbuka pasti memberi dampak besar bagi lingkungan karena daerah tangkapan air berkurang, juga laju aliran permukaan dan erosi lahan meningkat, sehingga merusak daerah aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved