Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
Bentrokan dua organisasi masyarakat (ormas) Ikatan Pemuda Karya (IPK) dan Pemuda Pancasila (PP) yang berulang kali terjadi di Medan, Sumatra Utara, dinilai sebagai kegagalan pemerintah.
Sosiolog dan Guru Besar UI bidang sosiologi Paulus Wirutomo di Jakarta, kemarin, meminta seluruh perangkat pemerintah tidak takut menghadapi organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi kekerasan.
Menurut dia, pemerintah harus menunjukkan eksistensi termasuk dengan menggunakan kekerasan secara proporsional demi penegakan hukum.
"Kalau perlu, ditertibkan menggunakan kekerasan juga. Hal itu sah-sah saja dilakukan demi penegakan hukum karena memang itu fungsi negara," tambah Paulus.
Bentrokan antara PP dan IPK terjadi pada Sabtu (30/1). Bentrokan terjadi di Jalan MH Thamrin-Medan. Bentrokan tersebut diduga terjadi karena bertemunya anggota kedua ormas. Dilaporkan, dua orang meninggal akibat kejadian itu.
Keributan susulan terjadi di Jalan Brigjen Katamso. Sebuah pos di dekat kantor IPK dibakar puluhan orang.
Polda Sumatra Utara (Sumut) membantah bila pihaknya dianggap lemah dalam menghadapi ormas. Bahkan, Kapolda Sumut Irjen Ngadino mengaku telah menginstruksikan kepada anak buahnya untuk menembak di tempat anggota ormas yang bentrok dan mengabaikan peringatan polisi.
"Tindak tegas bukan berarti harus ditembak. Kita punya protap (prosedur tetap). Kalau tidak bisa diperingatkan sampai membahayakan nyawa orang lain, itu boleh (ditembak)," kata Kapolda.
Menurut Kapolda, pendekatan persuasif terhadap kedua ormas itu sudah dilakukan. Dia berharap, bentrokan tidak berlanjut.
Kapolda mengaku sudah mengumpulkan semua pemimpin tertinggi kedua organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) tersebut dan menegaskan akan bertindak tegas bila massa kedua OKP mengulangi lagi peristiwa bentrokan tersebut.
Dalam pelantikan MPC Pemuda Pancasila Kota Medan di Lapangan Benteng Medan, kemarin, setidaknya ada dua lokasi terjadinya bentrokan, yakni di Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Glugur Medan.
Ratusan aparat gabungan dari TNI dan Polri yang berjaga mengamankan puluhan anggota OKP berikut sejumlah barang bukti seperti airsoft gun dan benda-benda tajam lainnya. Mereka langsung diamankan di Kantor Polres Kota Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyayangkan terjadinya bentrokan di antara dua organisasi kepemudaan di Medan yang menimbulkan korban jiwa. "Saya sudah meminta pihak keamanan mengatasi dan meningkatkan keamanan agar Sumut kembali kondusif," ujarnya.
Tahan diri
Ketua Pelaksana Harian (Plh) Karteker Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumut Kodrat Shah meminta kader PP untuk tidak terpancing dengan kericuhan yang dilakukan ormas lain.
"Saya minta kalian menahan diri. Jangan terpancing. Seluruh kader sekembalinya dari tempat ini untuk pulang ke rumah masing-masing. Jangan ada benturan dan keributan. Kepada seluruh pemimpin cabang se-Sumut agar menjaga daerah masing-masing. Jangan ada keributan lagi," kata Kodrat.
Sekjen DPP IPK Arfan Maksum Nasution juga menyesalkan bentrokan dengan PP. Arfan pun menghargai upaya pihak keamanan untuk mengendalikan massa yang sedang bertikai. "Kami berharap siapa pun pelaku kerusuhan silakan diproses sesuai hukum," kata Arfan. (Aya/YN/MTVN/Ant/N-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved