Rekahan Tanah Muncul di Lereng Gunung Muria

Akhmad Safuan
29/1/2016 14:21
Rekahan Tanah Muncul di Lereng Gunung Muria
(ILUSTRASI--ANTARA/Sigid Kurniawan)

Tanah longsor mengancam warga yang tinggal di lereng Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah. Ancaman itu muncul setelah di beberapa titik di lereng gunung tersebut terlihat rekahan.

Tanah longsor berpeluang terjadi karena hingga ini hujan lebat masih mengguyur kawasan sekitar Gunung Muria. "Hampir setiap tahun disini terjadi bencana longsor, bahkan acapkali menimbulkan korban jiwa," kata Effendi, 45, warga Gebog, Kabupaten Kudus yang tinggal di lereng Muria, Jumat (29/1).

Hujan deras yang setiap hari datang, demikian Kurdi, 53, warga lainnya, semakin membuat warga khawatir. Apalagi di beberapa titik lereng pegunungan mulai terlihat rekahan yang berpotensi longsor, sementara warga bertempat tinggal di bawahnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan melihar kondisi perbukitan dan lereng di Pegunungan Muria ini yang mulai muncul rekahan dan sekaligus curah hujan tinggi, menjadikan pengawasan terhadap pegunungan itu ditingkatkan.

"Kita terus lakukan pemantauan ketrat dan koordinasi dengan pemangku wilayah baik kecamatan, desa maupun tokoh dan relawan," kata Bergas.

Munculnya rekahan-rekahan kecil, jelas Bergas, seperti terjadi saat ini masih terhitung normal karena tanah lereng yang basah dan rergerus hujan, namun untuk menghindari terjadinya bencana yang dapat merengut korban jiwa BPBD tetap lakukan memantau dan mengikuti perkembangan di lokasi.

Dalam mengantisipasi bencana, ujar Bergas, BPBD Kudus telah menyiagakan ratusan personel dan relawan di beberapa titik, selain itu berbagai peralatan evakuasi dan logistik juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi terburuk di lapangan.

Berdasarkan pemantauan, menurut Bergas, beberapa titik rawan longsor di wilayah Gebog terdapat di Desa Menawan, Desa Rahtawu dan Desa Kedungsari, karena lokasi yang tepat berada di lereng Muria. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya