Serangan Rubella di Temanggung Meluas

Tosiani
29/1/2016 11:09
Serangan Rubella di Temanggung Meluas
(AP/Damian Dovarganes)

Serangan penyakit rubella di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah terus meluas di dua kecamatan, yakni Tretep dan Candiroto. Penyakit tersebut hingga kini belum bisa tertangani.

Di Kecamatan Tretep, penyakit tersebut sudah menyebar ke empat desa, dengan total jumlah penderita sebanyak 126 orang. Empat desa itu adalah Tempelsari, Nglarangan, Bonjor, dan Sigedang. Penderita-penderita baru masih terus bermunculan. Padahal pada pekan lalu hanya ada di tiga desa, yakni Bonjor, Sigedang, dan Nglarangan. Di Kecamatan Candiroto, sebanyak 14 siswa SDN Gunung Payung di Desa Gunung Payung pun menunjukan gejala yang sama seperti rubella dan campak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) rubella tingkat kecamatan untuk kasus di Tretep. Adapun di Candiroto, karena masih belum jelas dan menunggu hasil laboratorium, wabah itu baru disebut campak klinis. Penyakit rubella dan campak diketahui menunjukan gejala yang sama.

"Untuk yang di Gunung Payung, Kecamatan Candiroto, kami sudah mengambil sampel darah penderita untuk diteliti di laboratorium. Hasilnya belum keluar. Sementara ini kami masih menyebutnya sebagai campak klinis," terang Kasi Penanganan wabah dan KLB, Bidang Pengamatan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinkes Kabupaten Temanggung, Sri Hartati, Jumat (29/1).

Penyakit rubela maupun campak, ujar Sri Hartati, sama-sama disebabkan oleh virus. Diduga perkembangan virua itu akibat faktor cuaca. Namun untuk rubella masih belum ada vaksinnya.

Imunisasi rubella baru akan diperkenalkan dan disosialisasikan mulai tahun 2016 ini. Pemberian imunisasinya baru bisa dilakukan pada tahun 2017 bersamaan dengan imunisasi campak.

"Mestinya jika sudah ada yang terkena campak maupun rubella harus diisolasi agar tidak menular pada lainnya karena virus sangat cepat menyebar. Namun sepertinya agak sulit untuk isolasi bagi warga desa," ujar Sri. (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya