Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH menggenjot pembangunan tol, bandara, dan kereta api cepat dalam beberapa waktu terakhir, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kini ingin mempercepat pembangunan pelabuhan internasional di Subang.
Pelabuhan yang sebelumnya direncanakan berlokasi di Cilamaya, Karawang, kini sudah ditetapkan lokasinya oleh pemerintah pusat di Kabupaten Subang. Lokasinya direncanakan di Pantai Patimban, Kecamatan Pusakanagara.
Pada 2 Juli 2015, pemerintah pusat membatalkan rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya dan memindahkan lokasi pelabuhan. Keputusan itu diambil untuk menjaga keamanan kapal yang singgah dan agar produksi minyak dan gas dari sejumlah anjungan milik Pertamina tidak terganggu. Dengan begitu, pelabuhan internasional yang akan dibangun dipastikan bebas dari jalur minyak bumi dan gas maupun anjungan minyak lepas pantai.
Kebutuhan investasi untuk pembangunan Pelabuhan Cilamaya ditaksir mencapai Rp34,5 triliun yang merupakan perluasan dari pelabuhan Tanjung Priok yang telah padat.
Menurut pria yang kerap disapa Aher itu, posisi pelabuhan saat ini dalam tahap studi kelayakan (feasibility study/FS) yang sepenuhnya dilakukan Kementerian Perhubungan. Posisi Pemprov Jabar menjadi mitra pelaksana pembangunan sebagaimana terjadi pada beberapa proyek monumental sebelumnya.
"Kami akan dukung dari sisi regulasi dan mengawal pelaksanaan. Semisal kereta cepat, izin trase dari kami. Hal serupa bisa diterapkan pada pelabuhan internasional di Subang," katanya di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/1) .
Walaupun demikian, Aher mengakui belum memperoleh detail dan biaya pembangunan dari pemerintah pusat. Namun, ia berjanji akan proaktif menanyakan ke Kementerian Perhubungan mengenai perkembangan studi kelaikan termasuk detailnya, untuk segera diiinformasikan ke publik, termasuk penyampaian informasi melalui media massa.
Menurut Aher, yang jadi perhatian utama Pemprov Jabar untuk pembangunan pelabuhan ialah koneksivitas pembangunan di Jabar kian kuat, sehingga visi menjadi provinsi termaju di Indonesia bisa terealisasi.
Di sisi lain, layanan kepada masyarakat Jabar khususnya dan Indonesia umumnya pun akan makin baik karena mobilitas barang dan orang semakin terbuka baik di moda darat, udara, dan laut.
Kurangi ketergantungan
Yang sudah pasti, lanjut Aher, pembangunan pelabuhan di Subang akan mengurangi ketergantungan pada Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. "Jabar menyumbang hampir 60% dari total manufaktur Indonesia. Namun, karena semua proses pengiriman saat ini harus melalui Tanjung Priok, dampak ekonomi yang besar malah ke Jakarta," katanya.
Dengan lokasi pelabuhan berada di provinsi yang sama dengan proses manufaktur, proses pengiriman lebih mudah dan bisa menekan biaya distribusi. Walhasil, itu akan berujung pada penekanan terhadap ekonomi biaya tinggi.
Dari sisi produktivitas, ekspor Jabar melalui pelabuhan di Jabar pun diproyeksikan akan meningkat dengan sendirinya. Apalagi, dari rencana dasar, pengangkutan dari pelabuhan di Subang akan dilakukan sistem kanal, yaitu Cibitung-Bekasi-laut. Dengan demikian, pengangkutan logistik lebih mudah dan murah.
"Selain pertumbuhan secara mikro ekonomi, dari sisi ekonomi makro, pasti akan terjadi kenaikan dari sisi PDRB (product domestic regional bruto) maupun LPE (laju pertumbuhan ekonomi). Selama ini, produksi di Jabar, tapi ekspornya ke Priok, sehingga kontribusi jadi ke Jakarta dari sisi PDRB dan LPE," pungkasnya.(adv/EM/AM)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved