Polisi Tangkap PNS Anggota Jaringan Teroris

Syahrul Karim
28/1/2016 16:57
Polisi Tangkap PNS Anggota Jaringan Teroris
(ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)


Polres Bontang, Kalimantan Timur menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) yang diduga menjadi anggota jaringan Islamic State (IS) di Indonesia. Muchammad Muchlis, 33, ditangkap di tempat kosnya di Jalan M Effendi RT 13 Nomor 3 Blok Q kompleks BTN Pupuk Kaltim, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat, Bontang, Rabu (27/1).

Muchlis ditangkap karena duduga terlibat dalam aksi radikal. "Muchlis ditangkap di kamarnya yang berada di lantai 2," kata seorang polisi.

Dari data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bontang, Muchlis tercatat sebagai PNS dengan Nomor Induk Pegawai (NIP) 198212032014021001. Ia merupakan PNS dengan pangkat II/C dengan jabatan sebagai perawat gigi unit kerja UPT Puskesmas Bontang Utara II.

Ketua RT 13 Kelurahan Belimbing, Ganda Hatorangan mengatakan Muchlis pindah dari Balikpapan ke Bontang, dan telah terdata sebagai warga RT 13 Kelurahan Belimbing, Bontang sejak November 2014 lalu. Dia mengetahui bekerja sebagai PNS, karena kerap melihatnya mengendarai motor dinas pelat merah saat bekerja.

Pegawai Sub Bagian Tata Usaha Puskesmas Bontang Utara II Siti Romlah menuturkan meski tak begitu akrab dengan Muchlis, namun ketika berpapasan dia selalu menyapa dan melempar senyum pada siapa saja yang ditemuinya. “Orangnya baik, selalu negur kalau ketemu,” ujar Siti.

Kendati demikian, Siti mengungkapkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) ini tidak pernah terlihat berada di puskesmas saat jam istirahat dan waktu salat zuhur.

“Biasanya sih pulang. Pukul 12.00 sampai 13.30 Wita enggak pernah ada di puskesmas, selalu keluar,” tambahnya.

Senada, Bidan Indah pun menyebut sosok pria asal Semarang tersebut suka bercanda dan menyukai anak-anak. Siapapun rekan kerjanya yang membawa anak kecil, Muchlis selalu mendekati dan bermain dengan mereka.

“Ramah, dia suka sama anak kecil. Jadi kalo ada anak-anak dia deketin ngajakin main. Walau ada juga yang takut, mungkin karena janggutnya kali,” terangnya. (Ol-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya