Wereng Cokelat Ancam Pertanian di Boyolali

Widjajadi
25/1/2016 15:05
Wereng Cokelat Ancam Pertanian di Boyolali
(MI/Alexander Taum)

Petani di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mewaspadai migrasi atau perpindahan wereng coklat dari wilayah Kabupaten Klaten. Petani harus cepat bergerak secara mengantisipasi serangan hama tanaman tersebut.

"Kami mendapatkan laporan, cokelat sudah merebak di wilayah perbatasan dengan Klaten, seperti Desa Jurang Jero. Pergerakannya sangat cepat sekali.Kalau kita tidak waspada, wereng itu bisa masuk ke wilayah Boyolali," ujar Koordinator Pengendalian Organisme Pangganggu Tumbuhan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Boyolali, Iskak Haryono, Senin ( 25/1).

Menurutnya, proses migrasi atau penularan wereng dari wilayah satu ke wilayah lain, sangatlah cepat. Kembangbiak wereng juga cepat. Satu induk wereng cokelat bisa bertelur hingga 600 ekor. Karena itu petani di wilayah Sawit dan Banyudono, yakni dua wilayah di Boyolali yang berbatasan dengan Karanganom, Klaten harus bersiap diri.

Sejauh ini pihak Distanbuhunt telah mempersiapkan obat-obatan untuk kepentingan pembrantasan OPT (organisme pengganggu tanaman) pangan. "Kami sudah minta, petani bersiap obat-obatan, sehingga gerakan penyemprotan bisa berlangsung cepat, begitu wilayahnya ditulari wereng cokelat dari luar," tandas Iskak.

Lebih jauh, dia menambahkan, petugas penyuluh dan pengawasan tanaman sudah diminta turun ke lapangan untuk mencegah atau membuat antisipasi terhadap serangan wereng yang bergerak luar biasa ini. Serangan masif wereng coklat di wilayah Boyolali tahun lalu harus menjadi pengalaman, meski petani sudah berhasil mengatasi dengan baik.

Sularto, petani di wilayah Banyudono selatan mengatakan, serangan wereng cokelat yang datang dari Klaten memang sangat memungkinkan melanda Boyolali. "Dari dulu siklusnya seperti itu. Penularan wereng dari Klaten selalu masif dan kita harus bergerak cepat kalau tidak ingin tanaman padi habis disergap wereng coklat yang sangat cepat dan
ganas," ujar Sularto. (WJ/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya