Jelang Pilkada, Suhu Politik di Kalteng Memanas

MI
25/1/2016 08:34
Jelang Pilkada, Suhu Politik di Kalteng Memanas
(Antara/Ronny NT)

SUHU politik di Provinsi Kalimantan Tengah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah pada Rabu (27/1). Bahkan pada Sabtu (23/1) terjadi pemukulan kepada salah seorang kader PDI Perjuangan oleh orang tidak dikenal di Kabupaten Lamandau.

Keributan juga hampir pecah saat car free day dilaksanakan di Kabupaten Kotawaringin Barat. Karena itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Kalteng Atu Narang meminta pihak aparat kepolisian segera memproses secara hukum pelaku pemukulan.

"Kita meminta pihak aparat untuk segera menuntaskan proses hukum pemukulan kader kami dan kami menyerahkan semua ini ke pihak kepolisian, dalam hal ini Polres Lamandau, tempat korban melaporkan kejadian ini," jelasnya.

PDIP juga menarik kader yang menjadi korban pemukulan ke Palangkaraya agar masalah tidak menjadi panjang, memunculkan gesekan sehingga akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita lagi mendapat musibah, tapi ini bagian dari perjuangan dan menambah semangat kita." ujar Atu Narang.

Panji, korban pemukulan yang juga anggota Badan Pengelola Saksi Partai Tingkat Nasional PDIP, menceritakan awalnya dirinya bersama dua kader lain hendak menghadiri sebuah acara.

Namun, mereka justru tersesat kemudian dipukuli saat bertanya tentang arah yang dituju. "Kami kemudian melapor ke polisi. Saat ini kabarnya pelaku sudah diperiksa dan menjadi saksi terlapor," tutur Panji.

Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng ini ada dua yang akan maju. Nomor urut 1 ialah pasangan Sugianto/Habib yang didukung PKB, PAN, Golkar, dan PPP. Pasangan nomor urut 2 ialah pasangan Willy Yosep/Wahyudi K Anwar yang didukung PDIP.

Untuk mendukung salah satu pasangan itu, ratusan orang yang tergabung dalam Komunitas Masyarakat Antipolitik Uang melakukan aksi damai, kemarin.

Mereka membentangkan spanduk dan membacakan orasi yang menyeru kepada masyarakat Kalteng agar mereka menolak segala bentuk politik uang yang dilakukan pihak mana pun dan menolak segala bentuk premanisme, intimidasi, dan segala rupa politik yang mengatasnamakan suku, agama, ras, dan golongan. (SS/P2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya