Buku 'Anak Islam Suka Membaca' Terus Cetak Ulang

Widjajadi
22/1/2016 18:55
Buku 'Anak Islam Suka Membaca' Terus Cetak Ulang
(MI/Widjajadi)

Penerbit Pustaka Amanah di Kampung Kauman, Solo sampai Jumat ( 22/1) terus mencetak buku "Anak Islam Suka Membaca" meski Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan telah mengeluarkan pelarangan peredaran buku tersebut. Buku yang ditujukan untuk PAUD itu dilarang karena dianggap menampilkan pilihan materi yang mengandung ajaran radikalisme.

"Kami hanya mendapatkan order untuk mencetak. Kalau ingin menanyakan sesuatu hal yang dituding sebagai ajaran yang mengandung radikalisme,
silakan langsung tanya ke penulisnya Nurani Mustain. Ia yang lebih berhak menjawab, dan saya hanya mencetak karena memenuhi pesanan," ujar
Serwono, pemilik penerbitan Pustaka Amanah, Jumat (22/1).

Pustaka Amanah, lanjut Sarwono, sudah melakukan 167 kali cetak ulang sejak buku tersebut diterbitkan pertama kali pada 1999. Sarwono mengaku sejak buku itu dipersoalkan GP Ansor dan kemudian menjadi kontroversi di tengah masyarakat, pihaknya memang sempat didatangi petugas Polri, yang menanyakan beberapa hal dan meminta contoh buku "Anak Islam Suka Membaca" itu.

Di sisi lain, Ayib Safruddin yang menjadi penyunting buku tersebut menyatakan siap melakukan revisi, jika memang buku itu menjadi kontroversi di tengah masyarakat. Ayib menyatakan sejak dicetak pertama kali pada 1999, buku yang ditulis Nurani, isterinya itu, tidak pernah ada masalah.

Ia menegaskan, tidak ada maksud isterinya selaku penulis untuk mengarahkan anak didik pada paham radikalisme. Sebagai sarjana psikologi, Nurani sangat hati-hati sekali. "Namun kalau kemudian ada pihak yang mempersoalkan, pihaknya siap melakukan revisi," katanya. (WJ/OL-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya