Eks Anggota Gafatar Enggan Pulang ke Kampung Halaman

Aries Munandar
22/1/2016 18:29
Eks Anggota Gafatar Enggan Pulang ke Kampung Halaman
(MI/Aries Munandar)

Kedatangan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa ke lokasi pengungsian eks anggota Geraakan Faajar Nusantara (Gafatar) di Bekangdam XII Tanjungpura, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (22/1) mendapat protes. Para eks anggota Gafatar tersebut menolak rencana pemerintah yang akan memulangkan mereka ke daerah asal.

Para eks Gafatar ini berkukuh minta dikembalikan ke lokasi permukiman mereka di Mempawah agar bisa hidup layak dengan cara bertani. “Kami ingin terus bertani di sini untuk mewujudkan kedaulatan pangan, yang juga menjadi cita-cita pemerintah,” tegas Tera, salah seorang eks anggota Gafatar.

Menaggapi protes tersebut, Menteri Sosial merespon keinginan pengungsi yang tetap ingin bertani. Mereka disarankan mengikuti program transmigrasi ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Namun, mereka harus dipulangkan terlebih dahulu untuk menjalani proses reintegrasi dan reunifikasi dengan keluarga masing-masing selain proses administrasi kependudukan.

“Tentu setelah mereka menjalani seluruh proses bersama. Jadi, sekarang dikembalikan dahulu ke provinsi asal supaya teridentifikasi,” kata Khofifah.

Kedatangan Menteri Sosial ke lokasi pengungsian ini membawa misi khusus dari Presiden Joko Widodo. Presiden meminta agar seluruh eks Gafatar tersebut dilindungi selama di pengungsian, pemulangan hingga menjalani kehidupan sehari-hari di kampung halaman masing-masing.

Data Kodam XII Tanjugpura menyebut terdapat 2.391 eks Gafatar yang mengungsi di tiga penampungan di Kalimantan Barat. Rinciannya, 1.797 pengungsi ditampung di Bekangdam XII Tanjungpura, Kubu Raya, dan 448 orang di Markas Kompi B Yonif 645 Wanara Sakti, Kubu Raya. Selain itu, terdapat 146 pengungsi yang ditampung di Brigif 19 Khatulistiwa di Singkawang.

“Yang di Singkawang juga akan dibawa ke sini (Bekangdam) tapi mungkin setelah pemulangan,” kata Kepala Penerangan Kodam Tanjungpura Kolonel Mukhlis. (AR/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya