Satwa Gunung Bromo Ngungsi ke Lereng Semeru

Abdus Syukur
22/1/2016 16:38
Satwa Gunung Bromo Ngungsi ke Lereng Semeru
(ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Petugas Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) tidak lagi mendapati berbagai jenis satwa yang biasanya terlihat di kawasan Gunung Bromo. Satwa-satwa tersebut diperkirakan telag 'mengungsi' menyusul aktivitas vulkanik Gunung Bromo yang meningkat belakangan ini.

"Kami tidak menemukan adanya bangkai satwa di sekitar Bromo. Kami perkirakan satwa-satwa itu mengungsi di sekitar lereng-lereng Gunung Semeru yang relatif aman dan tidak terdampak erupsi Gunung Bromo," kata Kepala TNBTS Ayu Dewi Utari, Jumat (22/1).

Sejumlah satwa yang hidup di kawasan Gunung Bromo, biasanya berada di sekitar kaldera yang meliputi savana (padang rumput), padang pasir, dan sekitaran puncak. Termasuk juga yang berada di hutan-hutan yang berjarak hingga 15 kilometer dari Gunung Bromo.

Jenis satwa yang paling banyak ditemui adalah unggas serta primata. Jenis burung yang dominan adalah burung brajangan dan puyuh. Sedangkan primata, berupa kera dan lutung.

"Satwa-satwa itu sangat peka dengan kondisi lingkungannya dan sebelumnya paling banyak ditemui petugas TNBTS. Satwa-satwa itu diperkirakan mengungsi di sekitar Gejang lereng Gunung Semeru, perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang," imbuh Ayu Dewi Utari.

Sementara, aktivitas vulkanik Gunung Bromo dalam 12 jam terakhir, makin meningkat dan saat ini sudah memasuki fase strombolian. Letusan vulkanik terjadi hingga sekitar 60 kali letusan dengan mengeluarkan material, meski masih dalam kawah.

"Aktivtasnya terus meningkat. Letusan dengan suara dentuman keras, keluar dari dalam perut kawah dengan intensitas yang makin sering. Amplitudo maksimal mencapai 36 milimeter," ujar Ahmad Subhan, Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Pos Pantau Gunung Bromo.

Dari dalam kawah Gunung Bromo, mengeluarkan api membara dengan diiringi dentuman serta suara gemuruh yang keras. Sedangkan asap yang keluar dari dalam kawah cenderung menipis, tapi di sekitar pincak kawah justru mendung. "Mendung karena matahari tertutup material vulkanik yang keluar dari kawah Gunung Bromo," pungkas Subhan. (AB/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya