MUI Jatim akan Bimbing Eks Anggota Gafatar

Faisol Taselan
21/1/2016 19:31
MUI Jatim akan Bimbing Eks Anggota Gafatar
(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Sebanyak 515 warga Jawa Timur (Jatim) yang menjadi anggota Gafatar dipastikan dipulangkan dari Kalimantan Barat. Mereka nantinya akan mendapat bimbingan rohani dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim sebelum kembali ke keluarga.

"Pemprov sudah mendapat kepastian, mereka akan dipulangkan dari Kalimantan. Begitu sampai di Jatim mereka tidak diperkenankan pulkang tapi dibimbing dulu," kata Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf di Surabaya, Kamis (21/1).

Berdasar data jumlah warga Jatim yang pernah gabung Gafatar sebanyak 515 orang. Dari jumlah tersebut, 315 orang diantaranya bermukim Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dari jumlah ini, yang terbanyak adalah dari Surabaya sebanyak 88 orang. Kemudian Pasuruan 30 orang, Mojokerto 21 orang, Blitar 21 orang, Mojokerto 21 orang, Kediri 19 orang, Sidoarjo 17 orang, Jombang 16 orang, Gresik 14 orang, Malang 14 orang, Madiun 14 orang, Ponorogo 9 orang, Trenggalek 9 orang, Magetan 7 orang, Tuban 7 orang, Probolinggo 6 orang, Pacitan 3 orang, Lamongan 3 orang, Jember 2 orang, Ngajuk 1 orang dan Ngawi 1 orang.

"Juga tercatat ada 10 orang eks Gafatar yang nikah dengan sesama Gafatar di Kalimantan. Artinya, sudah ada yang menjadi satu keluarga," ujarnya.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menunggu kedatangan 315 warga Jatim eks Gafatar dipulangkan oleh Pemprov Kalbar. Mereka akan diberangkatkan dari Kalimantan ke Jawa pada Jumat (22/1) besok dan akan tiba di Jawa melalui Pelabuhan Semarang pada Sabtu (23/1).

Para eks Gafatar ini selanjutnya akan didata dan ditampung selama dua hari. Selanjutnya dikirim ke kabupaten/kota masing-masing untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut dan dikembalikan ke rumahnya. "Yang pasti kita tidak ada penampungan, kita akan kembalikan ke daerah masing-masing paling lama 4 hari," ujarnya.

Nantinya, eks-Gafatar itu akan diberi bimbingan dan pemahaman agama oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bekerja sama dengan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan organisasi agama lainnya. (FL/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Widhoroso
Berita Lainnya