DMO Kunci Keberhasilan Kelola Destinasi Pariwisata Flores

Palce Amalo
29/10/2015 00:00
DMO Kunci Keberhasilan Kelola Destinasi Pariwisata Flores
(Wisata Danau Kalimutu--MI/Ramdani)
Wakil Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darusssalam dan ASEAN, Nur Isravivani, mengatakan Destination Management Organization (DMO) dijadikan prioritas kebijakan untuk menata sistem pengelolaan pariwista di Flores.

Nur mengatakan itu saat berbicara pada pertemuan Para Pihak Pengembangan Pariwisata Flores di Kupang, Kamis (291/10), yang dihadiri wakil dari Kementerian Pariwisata serta wakil pemerintah provinsi dan delapan kabupaten di Pulau Flores.

DMO merupakan program meningatakan tata kelola destinasi pariwisata yang melibatkan seluruh stakeholder pariwisata.

Ia menyebutkan Uni Eropa mendukung tata kelola destinasi pariwisata untuk periode 2016-2019 dengan dana hibah sebesar 4,5 juta euro atau sekitar Rp67,8 milir. Dana sebesar itu dimanfaatkan untuk mendanai tujuh proyek yang sudah terseleksi. Enam proyek di sektor ekowisata di Flores, dan satu proyek di Pulau Timor di bidang pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sektor peternakan.

Di tempat yang sama, Fasilitator Kementerian Pariwisata untuk Cluster Flores Yakobus Mbira menyebutkan Flores telah ditetapkan menjadi satu dari 25 cluster pengembangan pariwisata di Tanah Air. Namun Flores masih menghadapi sejumlah persoalan terait ego sektoral. "Ada kesenjangan tata kelola destinasi pariwisata di NTT," kata dia.

Dicontohkan, Destinasi Wisata Danau Kelimutu yang terletak di Ende sering dianggap sebagai milik daerah itu. Padahal pengelolaan destinasi pariwisata tidak boleh dibatasi sekat administratif.

Menurut dia, pertemuan itu bertujuan menyepakati satu sistem tata kelola pariwisata secara berkelanjutan.  "Pengelolaan pariwisata jangan terjebak konspirasi ego wilayah," ujarnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya