Kabut Asap Ganggu Jalur Darat dan Penerbangan di Aceh
Amiruddin Abdullah Reubee
27/10/2015 00:00
(Antara)
JALUR nasional Banda Aceh-Medan di kawasan Provinsi Aceh, sejak dua hari terakhir terganggu kabut asap. Karena itu, arus kendaraan dan mobil angkutan harus menurunkan kecepatan supaya tidak terjadi tabrakan atau kecelakaan. Padalnya, jarak pandang di beberapa titik paling parah berkisar 30 m-40 m ke depan.
Pantauan Media Indonesia, pada Minggu hingga Senin (26/10), beberapa titik paling parah diselimuti kabut asap di sepanjang jalur nasional Banda Aceh-Medan adalah di kawasan Saree, Kabupaten Aceh Besar, lintas Pegunungan Simpang Beutong hingga ke Pasanggerahan Kabupaten Pidie, Lintadan Lhok Seumawe, Kota Lhok Seumawe, dan lintasan kawasan Simpang Ceubrek, Kabupaten Aceh Utara.
Di linsasan Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Aceh Besar, misalnya, pada Minggu malam hingga Senin (26/10) dini hari, tertutup kabut asap dengan jarak padang hanya berkisar 30 meter-40 meter. Pengemudi minibus, bus umum berbadan lebar, mobil angkutan barang dan sepeda motor harus memperlambat laju kendaraan mereka.
"Biasanya di lintasan Saree kami tancap gas berkisar 70 km - 80 km per jam, tapi sekarang harus melaju pada kecepatan rendah pada posisi 30 km - 40 km/jam," kata Abu Haiqal, pengemudi minibus.
Untuk menghindari kecelakaan lalulintas, para pengemudi kendaraan haru melaju sangat hati-hati.
Apalagi di lintasan yang diapit pengunungan Seulawah Inong itu, selain diselimuti kabut kiriman juga sering muncul kabut hawa dingin di pagi hari.
"Karena bercampur kabut asap kiriman daerah lain dan bertambah kabut alam pengunungan, jarak pandang semakin tertutupi," kat M Daud, kepala UPTD Tama Hutan Raya, Seulawah, kepada Media Indonesia.
Semakin pekatnya kabut asap yang tersebar ke berbagai kabupaten/kota di Aceh itu juga mengganggu sejumlah penerbangan. Di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, misalnya, pada Minggu (25/10), empat pesawat Garuda Indonesia dan dua Lion Air yang datang dari beberapa wilayah tujuan Kualanamu, Sumatra Utara, harus transit darurat di bandara kebanggaan masyarakat Aceh itu.
Pesawat itu baru kembali terbang dari SIM, setelah parkir sekitar dua hingga empat jam sambil menungu informasi kabut asap sudah menipis di Kualanamu.
Kemudian sejumlah penerbangan dari berbagai bandara di Aceh untuk tujuan Kualanamu, Sumatra Utara, juga terganggu. Sejumlah penerbangan yang sempat gagal berangkat ke Kualanamu di antarnya adalah dari Bandara SIM, Bandara Malikussaleh Kabupaten Aceh Utara. Lalu dari Bandara Cut Ali Kabupaten Nagan Raya dan Alas Leuser Kutacane Kabupaten Aceh Tenggara. (Q-1)