Petani Korban Kekeringan di NTT Terima Bantuan 724 Traktor
Palce Amalo
19/10/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Dinas Pertanian dan Perkebunan Nusa Tenggara Timur membagikan 724 traktor kepada kelompok tani korban kekeringan di daerah itu untuk mendorong petani meningkatkan produksi padi pada musim tanam 2016.
Dari jumlah itu, 685 unit di antaranya traktor tangan atau roda dua didanai APBD dan 39 unit lainnya traktor roda empat didanai APBN. Bantuan lain ialah 43 sumur pompa dari pemerintah provinsi, dan 450 unit pompa air lagi dari pemerintah pusat.
"Sebagian besar traktor sudah tiba di tangan kelompok tani di seluruh kabupaten dan kota, dan sisanya sedang dalam proses pengiriman," kata Kepala Sub Bagian Perencanaan, Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT Gabriel Benu di Kupang, Senin (19/10).
Menurut Gabriel, petani diharapkan mempercepat pengolahan lahan menyambut musim hujan yang diramalkan mulai turun pada November.
"Kita harapkan proses pengolahan lahan dipercepat dan areal tanam juga diperluas," ujarnya.
Adapun traktor tangan dimanfaatkan secara bergilir oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani, sedangkan traktor roda empat dikelola oleh dinas pertanian kabupaten dan kota.
Dikatakan, luas areal persawahan yang kekeringan tahun ini mencapai 2.988 hektare (ha), tanaman jagung seluas 2.958 ha, terjadi di 209 desa di 60 kecamatan. Petani di desa-desa yang kekeringan tidak hanya menderita kekurangan pangan, tetapi juga air bersih.
"Karena itu bantuan tidak saja traktor tetapi juga pompa air," kata Dia.