BNPB: Bantuan Pesawat Negara Asing Signifikan Padamkan Kebakaran
Ilham Wibowo
19/10/2015 00:00
(ANTARA/Nova Wahyudi)
Bantuan negara tetangga dinilai efektif mengurangi titik panas hasil pembakaran hutan dan lahan. Semakin banyak bantuan, penanggulangan bencana semakin cepat teratasi.
"Bantuaan negara tetangga signifikan untuk wilayah yang dilakukan pemadaman. Semakin banyak semakin efektif," tutur Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Senin (19/10)
Menurut Sutopo, tantangan dalam penaggulangan kebakaran lahan dan hutan dirasakan cukup banyak. "Iinilah oprasi pemadaman tersbesar dalam sejarah Indonesia. Oprasi menggunakan 32 pesawat dan 22 ribu tim gabungan. Kenapa tidak selesai? Pembakaran masih dilakukan oleh masyarakat, semua merupakan pembakaran baru," jelasnya.
Sebelunya, tim gabungan operasi udara dari Indonesia, Singapura dan Malaysia bersama-sama memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
Total 7 helikopter dan 3 pesawat fix wings melakukan water bombing, dan satu pesawat Casa untuk hujan buatan. Operasi dikonsentrasikan di daerah Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan.
"7 heli dan 4 pesawat tersebut terdiri dari 6 heli BNPB, 1 heli dari Singapura, 2 pesawat Air Tractor dari Kementerilah LHK, 1 pesawat hujan buatan BNPB, dan 1 pesawat Bombardier dari Malaysia," kata Sutopo.
Sutopo menjelaskan, pesawat jenis Bombardir 415 MP milik Malaysia berkapasitas 6 ton. Adapun cara loading air dengan scooping di laut. Pesawat ini beroperasi hingga Jumat (16/10).
Sementara untuk Singapura telah mengirimkan 1 Heli Chinook dengan kapasitas 5 ton yang tiba Sabtu 10 Oktober kemarin. Heli ini akan dioperasikan selama 13 hari yaitu 11-23 Oktober 2015.
"Briefing kepada para pilot dan crew tentang Rencana Operasi, pembagian daerah dan tugas operasi serta aturan keselamatan. Pemegang komando kendali nasional adalah Indonesia/BNPB. Sedangkan Kodal operasi sehari- hari berada pada Komandan Sub Satgas Udara," tambah Sutopo.
Selain dua negara tersebut, Australia juga mengirim bala bantuan ke Palembang dengan mengirim Pesawat "Thor" type Hercules L 100 dengan kapasitas 15 ton.
"Pesawat ini hanya dapat dioperasikan selama 5 hari, karena masih digunakan untuk memadamkan Karhutla di NSW Australia. Indonesia masih menunggu konfirmasi bantuan pesawat dari negara lainnya," tukasnya. (Q-1)