Ribuan warga Muslim di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, mengikuti pawai ta'aruf untuk meramaikan tahun baru 1 Muharam 1437 hijriah, Rabu (14/10). Hadir dalam kegiatan itu, Bupati Manokwari Bastian Salabay dan Komandan Distrik Miilter 1703 Manokwari Letnan Kolonel Infantri Stevanus Aribowo membuka star pawai ini. Bastian Salabai, dalam kegiatan itu, mengatakan selama empat tahun dia memimpin Manokwari, dia netral terhadap seluruh agama di daerah itu. Menurutnya hubungan umat beragama di Manokwari selama ini berlangsung harmonis. Daerah itu pun, sejauh ini aman tanpa ada konflik agama.
Untuk itu, kata dia, keharmonisan tersebut harus dijaga demi ketentraman serta keamanan daerah itu. "Saya pun mengajak seluruh warga Muslim untuk bersatu, membangun Manokwari untuk kesejahteraan seluruh umat," katanya. Terkait keberagamaan di Manokwari, sebelumnya Ketua Persatuan Gereja Gereja di Tanah Papua Pendeta Sherly Parinussa mengatakan bahwa agama bagi Indonesia merupakan kekayaan. Khusus untuk di wilayah Manokwari, dia tak ingin ada pihak yang mencoba untuk merusak kerukunan beragama yang sudah terjalin.
Dia juga berharap, tidak ada persepsi permusuhan antara Kristen dan Islam di daerah tersebut. "Muslim dan Kristen adalah kekuatan untuk membangun Manokwari," kata dia. Ustaz Baharudin Sabola, pada Tabligh akbar tahun baru hijriah di Manokwari, Rabu(14/10) mengatakan, bulan Hijriah adalah bulan kebersamaan, cinta dan pengorbanan. Hal itu ditunjukkan oleh Nabi Muhammad SAW saat membangun Madinah pada awal hijrahnya. Kala itu, lanjut dia, Nabi Muhammad SAW mampu menyatukan seluruh umat dari latar belakang keyakinan dan suku yang berbeda.(Q2)