MASKAPAI Citilink menjadikan Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, sebagai barometer pengembangan bisnis. Anak perusahaan PT Garuda Indonesia akan memperluas jaringan ke beberapa kota setelah melihat perkembangan tingkat isian penumpang rute Pontianak.
"Tingkat isian penumpang akan dievaluasi hingga akhir tahun ini. Jika mencapai 85%, kami akan memperkuat ekspansi ke Indonesia Timur," kata Vice President Corporate Communications PT Citilink Indonesia Benny S Butarbutar saat Media Trip Citilink Region Pontianak, di Jakarta, Senin malam (5/10).
Citilink membuka jalur Jakarta-Pontianak, dan Pontianak-Surabaya pada bulan lalu. Frekuensi penerbangannya sebanyak satu kali dalam sehari dengan armada Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang. Tingkat isian untuk kedua kota tujuan tersebut rata-rata 75% setiap hari.
Menurut Benny, rute Pontianak merupakan jalur penerbangan strategis. Kondisi itu bisa dilihat dari lalu lintas penerbangan dan pertumbuhan kepadatan penumpang setiap tahun. "Kalau tidak terdampak kabut asap, tingkat isian penumpang saat ini mungkin bisa 80%," ujarnya.
Citilink saat ini melayani 43 rute domestik dengan menyinggahi 25 kota di Indonesia. Tujuan penerbangan tersebut ditargetkan bisa mencapai 50 kota pada 2017. Perusahaan ini juga menggandeng jaringan hotel internasional, Accor Hotels, untuk memperkuat pemasaran. Mereka menawarkan paket perjalanan beserta akomodasi berharga ekonomis. "Ada special discount untuk sewa kamar bagi penumpang Citilink yang menunjukan boarding pass," tambah Djulkarnain, General Manager Ibis Jakarta Harmoni, grup Accor Hotels.
Kerja sama bisnis ini diharapkan mampu menggenjot sektor pariwisata nasional dengan membidik pasaran domestik. Potensi pasar ini memiliki prospek cukup bagus namun belum tergarap optimal, lantaran pelaku usaha lebih berorientasi kepada pasaran wisatawan mancanegara.
"Kita harus mencontoh Amerika, dan Tiongkok. Mereka memperkuat pasaran domestik dahulu, baru menggarap pasar global," kata Kepala Bidang Daya Tarik dan Destinasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia. (N-3)