Selama musim kemarau harga kebutuhan yang melonjak tajam di Kalteng. Salah satunya adalah tingginya harga cabai. Di saat seperti sekarang ini harga cabai di Palangkaraya tembus Rp100 ribu per kg.
Hal ini karena selain komoditi ini dipasok dari Pulau Jawa, juga petani cabai lokal selalu gagal panen saat musim kemarau karena minimnya pengetahuan mereka menanam tumbuhan yang memiliki rasa pedas ini pada musim kemarau.
Melihat kondisi ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng akan membantu petani melakukan budidaya tanam cabai kemarau.
Hal itu dikatakan Kepala Bidang Agribisnis Dinas Pertanian dan Peternakan Kalteng Dewi Erowati, Kamis (3/9).
"Kami sudah menyiapkan lahan seluas 32 ha untuk penanaman cabai kemarau yang tersebar di Palangkaraya, Kabupaten Katingan, Barito Utara dan Kapuas," ujarnya.
Progam yang dinamakan gerakan tanam cabai saat kemarau itu, menurut Dewi, didasari karena saat kemarau tanaman cabai petani lokal itu banyak yang mati dan kalaupun panen hasil kurang bagus, cabai banyak yang keriting.
"Ini semua karena pengetahuan petani lokal untuk menanam cabai saat kemarau masih kurang. Dinas Pertanian dan Peternakan akan membantu petani dengan cara melakukan pendampingan bagaimana cara tanamnya cabai kemarau yang benar," ujarnya.
Dipaparkan Dewi, cara tanam cabai ini yakni ditanam saat musim kemarau tiba yaitu sekitar Juli dan nantinya dengan cara perawatan yang benar, tiga bulan kemudian yakni sekitar November sampai Januari, cabai sudah mulai panen, terangnya.
Sementara itu dari pantauan di lapangan, Kamis(3/9), di sejumlah pasar tradisional di Palangkaraya seperti pasar Palangkasari dan Pasar Kahayan, harga cabai saat ini melonjak tajam, yakni dari harga Rp60 ribu per kg menjadi Rp100 ribu per kg. Kenaikan harga sudah terjadi dalam 4 hari ini.(Q-1)