BANJIR kiriman landa permukiman warga di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Aceh, Selasa (1/9) malam. Kepanikan pun melanda warga karena harus menyelamatkan barang berharga dan hewan ternak mereka.
Lokasi yang terendam meliputi Desa Lawang, Alue Thoe, Hagu, Siren, Tanjoeng Haji Muda dan Desa Tanjoeng Teungku Ali. Banjir juga meredam gedung SMP, SMA dan MAN di pusat Kecamatan Matangkuli.
Di Desa Lawang, puluhan rumah terendam air setinggi 30-80 sentimeter. Warga pun terpaksa mengungsi ke balai desa dan tanggul irigasi. Mereka juga membawa hewan ternak, sapi dan kambing.
Untuk kebutuhan makan, secara swadaya warga membuka dapur umum di atas tanggul irigasi. "Beberaoa desa itu memang kawasan rawan banjir setiap musim penghujan" kata Marwan, tokoh warga Matangkuli.
Banjir di wilayah ini terjadi akibat luapan Sungai Krueng Keureutoe, Krueng Peutoe, dan Sungai Krueng Pirak. Ketiga sungai itu berhulu di kawasan pengunungan Pante Bahagia hingga ke perbatasan Kabupaten Bener Meriah yang tengah diguyur huja. Di Matangkuli sendiri tidak terjadi hujan. (N-3)