Win Win Solution ala Menpar

Eko Rahmawanto
26/8/2015 00:00
Win Win Solution ala Menpar
(FOTO ANTARA/Muhammad Said)
Salah satu prinsip dalam bermitra bisnis adalah win win solution. Kedua belah pihak mendapatkan benefit yang proporsional, signifikan dan masuk akal. Itulah kunci utama yang dipegang Menteri Pariwisata Arief Yahya saat sales mission ke Treasury House, Singapura, Selasa, 25 Agustus 2015. Karena itu pula, Minister of Tourism, S Iswaran langsung bersalaman dan bakal meluncurkan program Joint Promotion on Single Destination, dan Cruise Shipping Development Oktober 2015.
 
"Saya tahu, Singapura itu negara yang dikelola seperti perusahaan. Kalau tidak ada benefit dan opportunity yang signifikan, mereka pasti tidak berminat. Ogah-ogahan. Tetapi ketika menemukan prospek pertambahan velue, mereka langsung bergerak cepat. Saya sudah hitungkan detail nilai bisnis ketika Unique Singapore dan Wonderful Indonesia joint selling melalui pintu Singapura untuk menembus pasar global," kata Menpar Arief Yahya.

Hasilnya? "Oktober 2015 langsung running. Cuma butuh satu bulan untuk persiapan MoU, mengemas paket, materi promo, dan segala administrasinya. Kami optimis, timing liburan akhir tahun, November-Desember 2015, menjadi peluang kita untuk mengejar jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Singapura," ungkap pria yang tahun 2006 lalu sudah dijuluki Business Future Leader, urutan ke-25 versi Majalah Swa itu.

Aktivitas Manpar  ke Singapura itu betul-betul sudah hard sale. Sudah jualan paket. Bukan lagi branding atau soft marketing. Mengapa trik itu dilakukan? Pertama, dari sisi Destinasi (D). Singapura dekat, bahkan boleh dibilang menyatu dengan Batam-Bintan, yang sering dinamai "Great Batam." Aksesibilitas dari dan ke Singapura-Batam, Singapura-Bintan, juga banyak, tidak sampai satu jam perjalanan laut. Apalagi via pesawat?

"Karakter destinasi Singapura-Batam-Bintan itu saling melengkapi, saling mengisi, masing-masing punya plus minus. Singapura unggul dalam shopping dan wahana-wahana man made, buatan manusia. Seperti Universal Studio, Sentosa Island, Jurong Birds Park, Singapore Flyer, Madame Tussauds, Singapore Zoo, Marine Life Park, Marina bay sands, Wild Wild Wet, Wisata Big splash, dan sebangsanya, itu semua buatan tangan manusia," jelas Arief Yahya.

Sedangkan Wonderful Indonesia memiliki keunggulan dalam alam, natural, eksotisme, kultural yang didominasi oleh ciptaan Tuhan. Bintan punya modal kuat dengan pantai berpasir putih, snorkeling, diving, terumbu karang dan biota laut, air laut yang jernih, olahraga air laut, mangroov, dan lainnya. Batam kuat dalam kuliner dan belanja barang yang murah meriah. "Karena itu, kami sepakat untuk berjualan bersama, mengejar pasar turis dunia dari Singapura," papar periah The Best CEO 2014 Indonesia Leadership Award SWA itu.

Kedua, dari sisi Originasi (O). Singapura adalah pasar yang sangat strategis buat Indonesia. Selama ini, Negeri Singa Putih itu masih menempati peringkat nomor satu jumlah wisman ke Indonesia, baru disusul Malaysia, Tiongkok, Australia dan Jepang. Dari Januari-Mei 2015, wisman asal Singapura masih naik 1%, menjadi 587.015 orang. "Karena itu, kerja sama ini menjadi semakin pas. Sambil menyelam minum air, sambil berjualan bersama, mereka juga menjadi objek pasar wisata ke Indonesia," jelasnya.

Selain itu, Singapore sendiri tahun 2014 menembus angka 15,1 juta turis yang masuk dari seluruh dunia. Angka itu naik 2 persen dari tahun sebelumnya, 2013 yang tercatat 14,2 juta. Bandingkan dengan Indonesia, dengan luas wilayah yang besar, jumlah destinasi yang lebih variatif dan banyak? Indonesia hanya 9,4 juta. "Karena itu kita gandeng Singapore untuk bersama-sama joint selling on single destination. Kebetulan tahun 2015 ini mereka juga sedang lesu, turun 4,1% kunjungan wisman-nya. Indonesia masih bertumbuh 3,86%, tetapi itu masih jauh dari proyeksi. Jadi, kita sama-sama berkepentingan untuk menaikkan jumlah wisman,' papar Arief Yahya.

Ketiga, Timing (T)-nya tepat, sebelum peak season akhir tahun 2015. "Ini menindaklanjuti secara teknis pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Singapura yang akan bekerja sama dalam bidang ekonomi," jelas dia.
Adapun poin-poin yang disepakati oleh kedua menteri itu antara lain, promosi bersama pariwisata Indonesia-Singapura, sebagai single destination. "Akan disusun paket wisata, dengan positioning dan focus pasar yang jelas terarah. Misalnya pasar Tiongkok, Jepang dan Korea,' paparnya.

Platform pemasaran dengan menggunakan co-branding terpadu kedua negara dengan media yang ditentukan bersama pula. Termasuk dalam kegiatan pemasaran adalah kehadiran paket bersama di booth kedua belah pihak di berbagai event pemasaran pariwisata dunia. "Seperti di ITB Asia, CITM, WTM London, dan ITB Berlin. Ini akan diluncurkan dalam ITB Asia Oktober 2015 mendatang," ungkap Arief Yahya.(R1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya