KEBAKARAN hutan di Gunung Lawu bagian utara dan timur atau yang berada di wilayah Kabupaten Ngawi dan Magetan, Jawa Timur, kian meluas. Kebakaran yang mulai terjadi Senin (24/8) sore, hingga pagi ini telah melahap sekitar 25 hektare.
Hembusan angin yang kencang membuat lahan yang terbakar cepat meluas. "Kebakaran terjadi di sisi utara gunung yang merupakan perbatasan Kabupaten Magetan-Kabupaten Ngawi. Yang terbakar semak belukar berjarak sekitar 4 km dari jalur pendakian," ungkap Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan Marwoto.
Sejumlah petugas sudah berada di lokasi kebakaran untuk memadamkan api. Namun, api terus membesar dan merembet dari arah selatan ke utara.
Kerja keras petugas sudah berhasil memadamkan sebagian areal. Namun, sampai tadi pagi, masih ada lahan seluas 1 hektare yang dilalap api. Untuk memadamkan kebakaran itu sedikitnya 30 personel Perhutani dikerahkan, dibantu warga sekitar kawasan hutan. "Semoga kobaran api di Gunung Lawu hari ini bisa dipadamkan," harap Marwoto.
Dengan kejadian itu, guna menghindari hal yang tidak diinginkan, jalur pendakian Gunung Lawu terpaksa ditutup. "Kami sudah perintahkan kepada jajaran di Gunung Lawu agar menutup pendakian," tandasnya.
Kebakaran Gunung Lawu bisa terlihat dari Jalan Raya Sukomoro-Magetan. Api terus merembet seperti ular berjalan. "Malam ini jalur api seperti ular berjalan, merembet terus ke arah utara," ujar Prasetyo, warga Magetan.
Rohmat, petugas keamanan di Desa Ringinagung, Kecamatan/Kabupaten Magetan membenarkan kebakaran Gunung Lawu makin terlihat membesar atau meluas. "Saya bisa melihat kebakaran itu dari balkon belakang lantai 2 tempat kerja. Saat ini api sepertinya terus merembet ke arah selatan, sedangkan angin terus berhembus kencang," jelasnya. (N-3)