PERUSAHAAN Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lontar Kupang, Nusa Tenggara Timur, memutuskan jaringan air ke 268 pelanggan yang menunggak tagihan.
Langkah itu terpaksa ditempuh untuk menjamin pasokan air selama kemarau ini kepada pelanggan yang rutin melunasi tagihan air.
Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan, PDAM Tirta Lontar Kupang Jusuf K Nope mengatakan operasi penertiban pelanggan digelar sejak 9 Juli-11 Agustus 2015 di seluruh kelurahan, melibatkan 100 orang terdiri dari polisi dan petugas PDAM.
"Pelanggan yang tidak melunasi kewajibannya akan berdampak terhadap operasional PDAM,' ujarnya kepada Media Indonesia di Kupang, Selasa (25/8).
Apalagi saat ini debit sumber-sumber air terus menyusut akibat kemarau. Ia mengatakan selama 12 hari operasi penertiban, berhasil menjangkau 2.208 pelanggan bermasalah. Dari jumlah itu, jaringan ke 268 diputuskan, 1.589 pelanggan langsung melunasi tunggakan tagihan air sebesar Rp1,4 miliar, dan 251 pelanggan lainnya bersedia membayar tunggakan dengan cara menyicil.
"Kami segera melakukan evaluasi untuk melanjutkan operasi ke lanjutan," ujarnya. Sebelumnya PDAM sudah dua kali menggelar operasi serupa dan memutuskan jaringan air ke ribuan pelanggan. Daerah resapan jadi permukiman Terkait dengan kekurangan air ini, Jusuf K Nope mengatakan penurunan debit air tidak hanya disebabkan kemarau, tetapi daerah tangkapan air telah beralih fungsi dari sebelumnya kawasan hutan menjadi permukiman penduduk.
Daerah tangkapan air yang berubah jadi permukiman terdapat di perbukitan Kelurahan Sikumana dan Fatukoa. Padahal lima sumber air besar yang selama ini mensuplai air bagi warga Kota Kupang menerima resapan air dari wilayah tersebut yakni Sumber Air Oepura, Oeleu, Haukolo, dan sumur bor Pola 1, dan Pola 2.
"Jika permukiman terus bermunculan dan tidak ada upaya untuk dihentikan akan menjadi ancaman serius bagi sumber-sumber air," ujarnya.
Selama ini air Oepura dimanfaatkan untuk kebutuhan PDAM dan persawahan. Sejak April lalu pasokan air ke sawah dihentikan sehingga hanya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan minum, mandi, dan cuci.
Jusuf menghimbau warga menghemat pemakaian air karena penurunan debit sumber air masih akan berlangsugn sampai Oktober mendatang. "Kami minta masyarakat mengefektifkan pola penggunaan air," ujarnya. (Q-1)