Empat Karyawannya Jadi korban Trigana Air, Ini Kata PT Pos
Arga Sumantri
19/8/2015 00:00
(ANTARA/Rosa Panggabean)
Empat karyawan PT Pos Indonesia turut menjadi korban jatuhnya pesawat Trigana Air di Papua. Plt Dirut PT Pos Indonesia Poernomo menyatakan keempat karyawannya yang tewas dalam tragedi Trigana Air itu mendapatkan kenaikan kelompok jabatan satu tingkat, termasuk hak-hak lainnya seperti klaim atas jaminan kecelakaan kerja.
"Pos juga memfasilitasi dan mendampingi keluarga korban ke Papua untuk kebutuhan identifikasi dan sebagainya," kata Poernomo dalam keterangan pers yang diterima, Rabu (19/8).
Kebijakan itu dianggap PT Pos Indonesia layak diberikan bagi keempat korban. Sebab, mereka meninggal saat sedang bertugas untuk menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Rencananya, dana tersebut akan diberikan kepada masyarakat penerima di Kabupaten Pegunungan Bintang pada tanggal 17 Agustus 2015 setelah upacara peringatan kemerdekaan.
"Dana PSKS sebesar Rp6,5 miliar itu adalah bantuan dari Kementerian Sosial RI untuk masyarakat kurang mampu yang penyalurannya melalui PT Pos," ujarnya.
Pos Indonesia mengapresiasi upaya tim Badan SAR Nasional (Basarnas) yang telah berhasil menemukan dan mengevakuasi para penumpang pesawat nahas itu.
"Keluarga besar PT Pos menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja keras Basarnas, masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi korban," ungkapnya.
Pesawat Trigana PK-YRN dengan nomor penerbangan IL-267 hilang kontak di sekitar wilayah Oksibil, Papua. Pesawat hilang saat hendak menempuh rute Jayapura (DJJ)-Oksibil (OKS) Minggu 16 Agustus lalu. Pesawat yang mengangkut 49 penumpang serta lima kru itu take off dari Bandara Sentani pukul 14.22 WIT, dengan estimasi tiba pada pukul 15.04 WIT.
Pukul 14.55 WIT pesawat tersebut melakukan kontak dengan tower Oksibil, ternyata kontak tersebut merupakan kontak terakhir. Setelah pukul 15.00 WIT tidak ada kontak lagi dari pesawat tersebut. Pesawat kemudian ditemukan jatuh di sekitar Kampung Oskop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. (Q-1)