Empat Turis Hilang di Pulau Sangalaki

Syahrul Karim
16/8/2015 00:00
 Empat Turis Hilang di Pulau Sangalaki
()
Sebanyak empat wisatawan mancanegara (wisman) masih dinyatakan hilang di Pulau Sangalaki Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur.

Empat wisman tersebut tiga berasal dari Italia dan satunya warga Belgia. Mereka dilaporkan hilang sejak Sabtu (15/8) saat melakukan diving (penyelaman) di sekitar Pulau Sangalaki dan hingga saat ini belum ditemukan. Keempat wisman itu asal Italia adalah Michela,33, Alberto,36, Daniele,36, dan asal Belgia Vana Chris R,28.

Humas Polres Berau AKP Marwotosaat dihubungi Minggu (16/8) mengatakan sebenarnya ada enam orang wisman yang melakukan penyelaman di Pulau Sangalaki, namun dua wisman berhasil diselamatkan oleh warga Pulau Derawan. Mereka adalah Valeria,34 dan Maurizio Rage,36, yang semuanya adalah warga Italia. Sedangkan empat lainnya belum ditemukan.

Sementara itu, tim Sar Balikpapan telah mengirimkan 4 orang penyelam ke Pulau Sangalaki untuk membantu tim dalam melakukan pencarian.

"Sudah dikirmkan tim ke sana dari SAR Balikpapan untuk bergabung dengan yang sudah ada di sana. Tim yang ikut dalam pencarian adalah SAR Angkatan Laut, SAR Tarakan, Polsek Derawan, dan Koramil serta kelompok masyarakat," kata Kasi Operasional Sar Balikpapan Mugiono.

Ia mengatakan dugaan sementara hilangnya para wisatawan mancanegara tersebut karena derasnya arus bawah laut sebab saat ini gelombang di sana cukup tinggi dan disertai dengan angin kencang. Oleh karenanya tim gabungan akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika(BMKG) untuk dapat menghitung kecepatan arus dan angin. Dari hasil analisatersebut dapat diketahui jarak hanyutnya empat korban.

"Data BMKG yang dijadikan dasaruntuk mencari korban karena arus disana cukup kencang. Ini kan angin selatan. Lokasipencarian tetap disekitar Pulau Sangalaki," ujarnya.

Mugiono menambahkan harusnya pemerintah setempat melarang untuk sementara kegiatan penyelaman di Kepulauan Derawan karena derasnya arus laut yang disertai dengan angin kencang.

"Harusnya pengelola menutup dulu hingga cuaca normal. Ini kan angin selatan dan anginnya sangat kencang. Tidak baik untuk menyelam," tambahnya. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya