Sudah Tercemar Air Limbah, Penjual Ikan Tinggalkan Kolam

Kristiadi
14/8/2015 00:00
 Sudah Tercemar Air Limbah, Penjual Ikan Tinggalkan Kolam
()
Suplay air yang terus berkurang, para pedagang ikan di pelelangan ikan Jalan Letnan Harun, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, telah meninggalkan lokasi. Para pedagang berpindah berjualan di tempat pelelangan ikan di Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya.

Bahkan untuk pedagang ikan dalam skala kecil kebanyakan mereka memilih untuk berhenti berjualan, karena untuk pindah ke lokasi lain mereka tidak sanggup dengan biaya yang harus dikeluarkan. Kondisi tersebut tentu saja sangat merugikan para pedagang ikan. Mereka juga mengaku dengan tidak adanya air, usahanya mengalami kerugian cukup besar dan memilih untuk tidak berjualan.

Menurut pedagang ikan, Hendra,38, sejak beberapa minggu terakhir, suplai air di tempat depo ikan Indihiang sudah sangat minim bahkan cenderung tidak lagi mendapatkan suplai.

"Kalau pun ada air, sudah bercampur limbah dan mengakibatkan ikan banyak yang mati dan jika dipaksakan terus semuanya akan mati," ujarnya, Jumat (14/8).

Menurut Hendra, kejadian seperti itu hampir berulang setiap tahun ketika memasuki musim kemarau. Supaya tidak terjadi, seharusnya pemerintah selaku pemilik tempat agar mengantisipsi jauh sebelumnya agar kejadian seperti itu tidak terulang.
"Kejadian ini hampir setiap musim kemarau dan air pun sudah tercemar limbah pabrik," ujarnya.

Hendra menyebutkan air yang kini masih tersisa di depo ikan tersebut merupakan air lama yang mereka siasati dengan cara disirkulasikan agar bisa tetap digunakan sebagai penyimpanan ikan walaupun kualitasnya tidak sebagus air baru dan sudah tercium bau tak enak.

"Sudah 1 kwintal lebih ikan berada di kolam ini mati dan airnya pun kita siasati dengan cara diputer agar air bisa digunakan lagi untuk menyimpan ikan," kata Hendra.

Sementara itu kepala unit pelaksana teknis dinas (UPTD) depo ikan Indihiang Pria Hayatinnufus mengakui debit air di depo ikan Indihiang menurun drastis sejak datangnya musim kemarau beberapa bulan terakhir ini.

"Letak depo ini berada di bagian hulu saluran air. Secara otomatis jika musim kemarau seperti ini debit air berkurang karena harus berbagi dengan keperluan masyarakat khususnya kebutuhan pertanian. Namun keberadaannya sudah tercemar limbah," ujarnya.

Lebih lanjut Pria mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk PSDA dan bidang pengairan dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya agar suplai air ke depo ikan Indihiang masih bisa dilakukan ditengah-tengah minimnya sumber pengairan.

"Kami terus berupaya melakukan kordinasi dengan dinas lainnya, meski saat ini banyak pedagang menelan kerugian dengan banyaknya ikan mati mendadak dan agar air baru bisa masuk ke depo ini," paparnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya