Bangun Smart City, Wali Kota Bandung Munculkan Kembali Budaya Jalan Kaki
Ilham Wibowo
14/8/2015 00:00
(ANTARA/aacc2015/Widodo S. Jusuf)
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan perkembangan teknologi khususnya dalam bidang transportasi menunjang terciptanya sebuah kota yang nyaman untuk ditinggali.
Namun, mobilitas publik hal utama yang perlu diubah terlebih dahulu. Mobilitas ini merupakan pergerakan manusia yang tak harus selalu bergerak dengan sarana transportasi.
"Kota cerdas merubah yang lambat menjadi cepat, tertutup menjadi terbuka dan yang ribet menjadi mudah, sehingga saya mendukung adanya smart city ini," tutur wali kota yang akrab disapa Kang Emil dalam diskusi publik Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Kota Cerdas: Mengurus Transportasi Daerah di Jakarta, Kamis (13/8) malam.
Rovolusi mobilitas publik khususnya di Kota Bandung sejalan dengan perubahan menjadi kota cerdas. Emil mengatakan saat pihaknya tengah berbenah diri dengan mengembangkan master plan yang bernama Bandung Urban Mobility Project. Salah satu contohnya yaitu dengan memunculkan kembali budaya jalan kaki di Bandung.
"Saya pasca KAA, dari rumah ke Balai Kota sekarang jalan kaki, karena pedestriannya nyaman uyang dulu tidak bisa saya lakukan. Akibatnya sopir saya enak, tidak pernah antar Wali kota-nya ke kantor pulanggnya juga gitu. Di Bandung saya coba kembangkan urban mobilitas" tuturnya.
Emil menuturkan ketika revolusi mobilitas terjadi munculah berbagai macam sisi kemanusiaan. "Saya bisa berinteraksi dengan masyarakat, bisa ngobrol dulu, selfie dulu. Hal itu hadir ketika mobilitas hadir. Sementara, transportasi hanya mewadahi mobilitas itu, yaitu dengan sepeda dan varyasi lainya" jelas dia. (Q-1)