Warga Mandi Air Galon, PDAM Makassar Siapkan 13 Mobil Tangki
Lina Herlina
13/8/2015 00:00
(ANTARA FOTO/Jimmy Ayal)
Kemarau berkepanjangan tidak hanya membuat lahan pertanian kering dan gagal panen di sejumlah daerah, tapi mengakibatkan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) pun tidak lagi mengalir.
Hal itu dirasakan warga di kompleks Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar, Sulawesi Selatan, sebulan terakhir. Akibatnya, warga setempat berinisiatif membuat sumur bor di depan rumah salah satu warga.
"Tapi apa yang terjadi, kita sudah menggali sampai kedalaman limapuluh meter lebih, tidak ada juga mata air yang ditemukan," terang Amiruddin, 38, warga BTP Blok AA, Makassar.
Karenanya, warga mengaku terpaksa membeli air galon isi ulang yang harganya Rp3.000 per galon. Itu pun pasokannya juga cepat habis. "Jadi warga biasanya hanya kebagian lima galon kalau pagi dan lima galon lagi jika sore. Itu sudah digunakan untuk masak dan mandi, belum lagi mencuci. Kekeringan ini bikin susah," tambah Dewi, tetangga Amiruddin.
Warga mengungkapkan hari ini PDAM mendatangkan sebuah mobil tangki berisi air bersi. Tapi warga merasa itu masih tidak cukup, karena setiap orang hanya dapat dua jeriken atau ember kapasitas 20 liter.
Mengantisipasi kekeringan tersebut, PDAM mengoperasikan 13 unit mobil tangki setiap hari untuk menyalurkan air bersih ke wilayah yang terkena dampak kekeringan.
Kekeringan membuat debit air di penampungan PDAM ikut berkurang. Ini berdampak pada layanan PDAM ke beberapa wilayah di Makassar sehingga kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagai solusinya, PDAM menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki milik PDAM.
Kepala Bidang Humas PDAM Makassar Idris mengakui terjadi peningkatan permintaan air bersih di beberapa wilayah di Kota Makassar yang terkena dampak kekeringan.
"Mobil ini menyalurkan air bersih ke warga yang terkena krisis air bersih. Dalam penyaluran air bersih tersebut warga tidak dipungut biaya sama sekali oleh PDAM Makassar," tandasnya. (Q-1)