Krisis Air di Yogyakarta, PKPU Distribusikan 430 Ribu Liter Air Bersih

Syarief Oebaidillah
13/8/2015 00:00
Krisis Air di Yogyakarta, PKPU Distribusikan 430 Ribu Liter Air Bersih
()
Fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia, direspon Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU dengan turut menanggulangi krisis air bersih ini dalam program jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, PKPU hingga saat ini telah mendistribusikan 430 ribu liter air bersih untuk 2.338 jiwa dalam bentuk dropping air untuk 104 dusun di 10 kecamatan di Gunung Kidul dan Sleman, DI Yogyakarta. Yakni Kecamatan Patuk, Gedangsari, Girisubo, Rongkop, Purwosari, Tepus, Panggang, Nglipar, Ngawen, di wilayah Gunung Kidul dan kecamatan Prambanan di Sleman.

"Selama Agustus ini PKPU berkomitmen untuk menyalurkan bantuan air bersih di 20 kecamatan di wilayah Yogya, Bekasi, Wonogiri, Pacitan dan Bima," kata  Agung Notowiguno selaku Presiden Direktur PKPU, dalam rilisnya, Kamis (13/8) .

Sedangkan program jangka panjang yang dilakukan adalah pembangunan sarana air bersih dan edukasi masyarakat mengenai pengelolaan air bersih.

Bukan kali ini saja PKPU berpartisipasi turut serta penanggulangan bencana. Sejak 2010 hingga 2014 telah membangun 250 sarana air bersih yang membebaskan 17.594 keluarga dari krisis air bersih dan 3 juta liter air selama bencana di Sinabung, Kelud, dan lain-lain.

PKPU juga berinisiatif mendorong masyarakat umum untuk kampanye hemat air di sarana-sarana publik seperti masjid, terminal, bandara, dan lainnya dengan media edukasi berupa stiker dan poster yang dipasang di area publik yang strategis.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap darurat kekeringan ini, tmasuk mengajak muslim muslimah baik di daerah binaan maupun di daerah lainnya untuk menggalakan sholat istiqo untuk berharap limpahan hujan di seluruh daerah yang kekeringan.


Salah satu program pemberian bantuan PKPU dirasakan warga Dusun Ngepoh, Semin, Gunung Kidul.

Kini mereka  tidak perlu lagi berjalan ratusan meter untuk mendapatkan air bersih  setelah PKPU Yogyakarta, Quick chicken dan SDIT Luqman Al Hakim  meresmikan Program “Berbagi Air” melalui Pembangunan Sistem Air Bersih,  Kamis (13/8). 

Program yang sama seperti di empat wilayah Gunungkidul lain yaitu Jeruklegi, Natah, Banyusoco, dan Tegalrejo.

“Ini adalah Program berbagi air yang kelima, sebelumnya PKPU Yogyakarta juga sudah membuat Sistem Air Bersih dengan cara memompa air dari dalam tanah dan disalurkan kepada warga” ujar Agung.

Pelaksana Tugas  Bupati Gunungkidul Budi Antono menyambut baik program PKPU Yogyakarta karena memberikan manfaat yang cukup besar dalam upaya mengatasi kesulitan air bersih di Gunungkidul.

"Saya berpesan kepada masyarakat, bantuan pembangunan yang sudah ada, hendaknya dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga kesulitan air bisa diatasi," katanya.

Pemkab Gunung Kidul akan  terus berupaya untuk mengatasi kesulitan air bersih di masyarakat.

"Dengan adanya bantuan program Berbagi Air dari PKPU ikut membantu pemerintah daerah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat,” jelasnya.

Penanggungjawab Program Berbagi Air PKPU Yogyakarta Agus Putut mengatakan pembangunan sistem air bersih ini bisa dimanfaatkan oleh  70 KK, dan akan dikembangkan agar bisa juga  memenuhi kebutuhan warga dusun lain sekitarnya.

"Pembangunan ini juga melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, baik dalam menyiapkan dan membangun infrastruktur, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik”, lanjut Agus.

Kabid Pendayagunaan PKPU Yogyakarta Akhta Suendra menyatakan PKPU juga melakukan droping air sebanyak 700.000 liter air di wilayah Gunungkidul, Sleman dan Bantul.

Sebelumnya diberitakan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi untuk wilayah Indonesia yang berada di bagian selatan garis khatulistiwa seperti Jawa, Bali, Maluku, NTT, NTB, dan Papua akan mengalami kekeringan hingga bulan Desember 2015 nanti.

Pasalnya, sepanjang Agustus sampai Desember, dampak badai El Nino terhadap Indonesia akan menguat (KBK, 2015).

Direktur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan mengatakan bencana kekeringan telah berdampak kepada delapan provinsi di Indonesia seperti NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan lahan pertanian terancam puso, gagal panen, krisis air bersih, kebakaran hutan, hingga berkurangnya pasokan listrik akibat keringnya waduk. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya