Pilkada Wali Kota Denpasar, Koalisi Bali Mandara Retak
Arnoldus Dhae
13/8/2015 00:00
(ANTARA/Fikri Yusuf)
Hingga saat ini Koalisi Bali Mandara (KBM) yang terdiri dari Golkar, Demokrat, Gerindra, PKS belum bisa mengusung wakil wali kota Denpasar. Sementara untuk calon wali kota sudah ada kesepakatan untuk mengusung Made Arjaya yang sebelumnya menjadi calon wakil wali kota. Setelah I Ketut Suwandhi menyatakan mundur sebagai calon wali kota Denpasar, KBM langsung menegaskan bakal mengusung I Made Arjaya sebagai calon wali kota Denpasar karena sebelumnya Arjaya diusung KBM sebagai calon wakil wali kota mendampingi Suwandhi.
Namun, belakangan KBM retak. PKS rupanya tak mendukung Arjaya 'naik kelas' jadi calon wali kota. PKS justru mendorong Ketua DPC Demokrat Kota Denpasar AA Susruta Ngurah Putra, sebagai calon wali kota. Padahal, nama Susruta disiapkan KBM sebagai salah satu kandidat pendamping Arjaya.
“Kalau Gung Susruta yang jadi calon wali kota, kami dorong. Kami bersedia mencarikan rekomendasi. Tapi kalau bukan Gung Susruta, tidak,†tegas Ketua DPD PKS Kota Denpasar, Hilmun Nabi, di Denpasar, Kamis (13/8).
Hilmun beralasan, berdasarkan hasil survei KBM tingkat elektabilitas Susruta berada di bawah Suwandhi. Sementara untuk calon wakil wali kota, PKS menyerahkan kepada Susruta untuk menentukan sendiri pasangannya.
“Kalau Susruta–Arjaya, saya setuju. Tapi kalau Arjaya–Susruta, tidak setuju,†tegasnya.
Ia melanjutkan, tokoh Puri Gerenceng itu memiliki gagasan brilian untuk membangun Kota Denpasar. â€Selama di DPRD, dia kritis terhadap eksekutif dan memberikan masukan-masukan untuk pembenahan perusahaan daerah di Kota Denpasar. Dia pantas diberikan kesempatan untuk maju,†ujarnya.
Tampilnya Susruta sebagai calon wali kota sangat penting untuk mengatasi kebuntuan yang terjadi saat ini. Di mana belum ada calon kuat untuk menandingi pasangan calon incumbent, IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara. Kondisi ini pun mengancam Pilkada Denpasar diundur.
“Dia (Susruta) akan menjadi penyelamat demokrasi di Kota Denpasar. Pasti masyarakat akan memberikan simpati,†ujarnya.
Terkait modal suara untuk mengusung Susruta sebagai calon Wali Kota Denpasar, Hilmun menjelaskan koalisi PKS dengan Partai Demokrat sudah cukup untuk mengusung pasangan calon wali kota Denpasar. Hasil Pemilu Legislatif 2014, PKS mengantongi 3 kursi di DPRD Kota Denpasar, sedangkan Demokrat mendulang 6 kursi.
"Dengan modal 9 kursi, koalisi sudah bisa mengajukan pasangan calon untuk maju pada Pilkada Kota Denpasar," pungkas Hilmun. (Q-1)