Pemprov Jawa Timur merehabilitasi jaringan irigasi tersier dalam mengantisipasi kekeringan yang sekarang terjadi di sejumlah daerah di Jatim sebagai dampak El Nino.
"Jaringan irigasi terseir direhabilitasi dengan harapna pasokan air bisa maksimal," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jawa Timur sekaligus Sekretaris TPID Jatim, Hadi Prasetyo pada rapat pleno TPID Jatim di Surabaya, hari ini.
Selain melakukan merehabilitasi jaringan irigasi tersier, pihaknya juga menyalurkan 260 pompa air ke kelompok tani di sejumlah daerah di Jawa Timur. Tak kalah pentingnya juga memberi bantuan berupa traktor di sentra-sentra produksi padi. "Bantuan ini bisa memaskimal kinerja petani," katanya.
Pemprov Jatim juga mewaspadai dampak kekeringan adalah munculnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang kerap muncul saat musim kemarau. Salah satunya adalah dengan memberikan bantuan antisipasi hama yang diberikan ke kelompok tani.
"Biasanya selalu saja ada laporan hama menyerang, daripada parah langsung kita lakukan antisipasi," ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahawa soal produksi dan ketersediaan pasokan pangan di Jawa Timur. Hasil laporan ternyata masih tetap stabil.(Q-1)