Sebanyak 863 keluarga yang mendiami Pulau Ndao, pulau terluar di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menikmati jaringan listrik PLN, Selasa (11/8) pagi.
Penyalaan listrik serentak di pulau kecil tersebut dilakukan General Manager PT PLN Wilayah NTT Richard Safkaur. Richard bersama rombongan PLN dan Bupati Rote Ndao Leonard Haning bertolak ke Ndao dengan perahu motor sejak pukul 06.00 WIT pagi.
"Pulau Ndao menunggu 70 tahun sejak proklamasi kemerdekaan dan saat ini mendapat listrik dari PLN." ujarnya.
Pulau seluas 863 hektare ini memiliki panorama alam yang menakjubkan, pasir putih terhampar sepanjang tujuh kilometer. Sebagian besar penduduknya menenun yang hasil tenunannya kemudian dijual ke Pulau Rote dan Kupang.
Menurut Richard, penyalaan listrik di pulau tersebut adalah bagian dari program Nawa Cita Presiden Joko Widodo yakni Penyalaan Listrik di Daerah Perbatasan, Terpencil dan Pulau Terluar di Indonesia Timur.
Sebenarnya, menurut Dia, sebanyak 690 rumah di pulau itu telah menjadi pelanggan listrik Sehen sehingga dengan penyalaan listrik serentak, seluruh rumah penduduk akan tersambung listrik.
Jumlah itu merupakan bagian dari pelanggan Sehen di Kabupaten Rote Ndao berjumlah 18.303 pelanggan. Menurut Bupati Leonard Haning, rasio elektrifikasi di daerahnya telah 93 persen, atau paling tinggi di NTT.
"Pulau Ndao masuk Kecamatan Ndao Nuse, dan menjadi kecamatan ke-9 yang berlistrik dari 10 kecamatan, atau masih satu kecamatan lagi," kata Haning. (Q-1)