Kekeringan yang melanda sejumlah daerah di Pulau Jawa membuat harga kebutuhan pokok khususnya cabai rawit kian pedas.
Pedasnya harga cabai rawit dibenarkan Roy,43, salah satu pedagang barang-barang kebutuhan pokok di Pangkalpinang.
"Sudah beberapa hari ini harga cabai rawit pedas sama dengan rasanya," Kata Roy.
Roy menyebutkan harga cabai rawit saat ini Rp72 ribu per kg. Padahal sebelumnya Rp48 ribu per kg.
"Beberapa hari paska lebaran harga cabai Rp48 ribu per kg. Tapi saat ini harga melambung hingga Rp.72 ribu perkilo," ucapnya.
Stok cabai rawit yang ada saat ini, menurut Roy, merupakan stok lebaran kemarin kendati kurang bagus tetap dijual Rp72 ribu per kg.
"Stok yang ada sisa stok lebaran kemarin, memang sih kurang bagus ya mau gimana lagi itu adanya," terang Roy.
Kebutuhan cabai rawit di Pangkalpinang, kata Roy, dipasok dari Pulau Jawa. Namun, karena banyaknya petani gagal panen karena kekeringan membuat pasokan tidak ada, sehingga harga cabai rawit melonjak.
"Hampir 80 persen kebutuhan cabai rawit kita dipasok dari Pulau Jawa," pungkasnya.
Hal yang sama juga di katakan Supriyadi. Dia terpaksa tidak menjual cabai rawit untuk saat ini karena stok cabai yang ada kurang bagus terlebih harga dari agen sudah tinggi.
"Saya, untuk sementara tidak jual cabai rawit dulu, stok kurang bagus terlebih harga dari agenya mahal," imbuh dia. (Q-1)