Kapal Tangker MT Navagog Diburu

Thomas Harming Suwarta
31/7/2015 00:00
 Kapal Tangker MT Navagog Diburu
(ANTARA/M AGUNG RAJASA)
Sebuah kapal tangker diduga bernama MT Navagog terus diburu polisi karena melarikan diri usai menabrak sebuah kapal nelayan KM Segimas di titik koordinat 04 23 950 LS, 110 23 850 BT, Senin (27/7), sekitar 10.40 WIB.

Dalam kejadian tersebut, 1 ABK kapal tewas, 3 lainnya hilang, dan 8 luka-luka. Kapal KM Segimas yang saat itu tengah mencari cumi-cumi pun hancur berantakan.

"Kapal tangker yang dimaksud tersebut sedang kami cari, karena setelah kejadian dia langsung kabur. Perkiraan ke Surabaya atau Semarang berangkat dari Tanjung Priok," kata Kasubdit Gakkum Pol Air Baharkam Mabes Polri Komisaris Besar Fredrik Kalalembang di Markas Dit Pol Air Baharkam Mabes Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (31/7).

Terkait nama kapal, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan dengan benar karena mereka hanya bisa mengandalkan laporan dari nahkoda kapal KM Segimas yang menjadi korban tabrakan.

"Itu juga nahkodanya lihat sambil terpental ke laut saat ditabrak. Tapi dia pastikan kira-kira antara 'Navagog' atau 'Navogog' terus warnanya hitam merah. Sekarang sedang kita cari," beber Fredrik.

Selain menurunkan sejumlah kapal patroli, pihaknya juga sudah mengirimkan informasi ke Polair sejumlah Polda untuk ikut membantu, termasuk berkoordinasi dengan pihak Syahbandar.

"Sekarang kita sedang menunggu laporannya. Toh kalau dia benar ke Surabaya atau Semarang harusnya sudah sampai tapi belum ada laporan. Makanya kita masih terus lakukan perburuan," tegasnya.

Terkait kejadiannya sendiri, kata Fredrik, pihaknya baru mengetahui setelah ada laporan korban kemarin, Kamis (30/7).

Dari keterangan yang dihimpun polisi, Kapal Tangker MR Navagoh disebut menubruk Km Segimas di Perairan Laut Jawa, di titik koordinat 04 23 950 LS, 110 23 850 BT, Senin (27/07), sekitar 10.40 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan satu orang tewas, bernama Hermanto, warga Indramayu.

"Satu orang tewas. Sedangkan tiga orang hilang dan delapan lainnya selamat. Semua yang ada kapal KM Segimas adalah warga Indramayu. Korban yang tewas pun sudah dilarikan ke RSCM untuk diotopsi," jelas Fredrik.

Awal kejadian, jelas fredrik, sebelum ditabrak para korban di KM Segimas tengah tertidur lelap lantaran usai mencari cumi-cumi pada malam harinya. Saat itulah melintas MT Navagoh dan menabrak bagian belakang KM Segimas yang dinakhodai Darno. Sehingga semua orang yang ada di dalam KM Segimas pun terpental ke laut.

Menurut Fredrik, korban selamat karena berhasil berenang mulai dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB sampai diselamatkan kapal-kapal nelayan yang berada di dekat lokasi yang juga mencari cumi-cumi.

"Delapan orang itu selamat lantaran dibantu pecahan-pecahan kapal yang hancur mengapung di laut. Korban diselamatkan para nelayan yang juga memancing cumi-cumi. Korban dibawa KM Harapan Jaya III milik Acai yang merupakan warga Muara Baru, Jakarta Utara," katanya.

Adapun delapan korban yang selamat antara lain Darno, Darsono, Azis, Samudi, Rasiman, Caswita, Tasim, Suwardi. Sementara yang meninggal bernama Hermanto dan tiga orang yang hilang bernama Warnoto, Liris, dan Warkoni.

Dalam keterangan kepada korban polisi, Darno selaku nakhoda KM Segimas mengatakan semua ABK sedang tertidur lelap di kapal. Dia saat itu tengah menimba air.

"Tiba-tiba ada gelombang besar yang menghampiri kapal saya. Dan pokoknya 'bruk!" Udah langsung hancur saja kapal. Saat saya sadar ternyata sudah ada di dalam air," katanya.

Ia mengaku hanya mampu melihat sinar yang ada di atas kepalanya. "Saya mencoba berenang ketika saya melihat cahaya matahari. Saya berusaha meraih puing-puing kapal agar tidak tenggelam," ucap Darno.

Ia mengaku tak tahu di mana teman-temannya berada. Ia hanya tahu dan memikirkan keselamatannya.

"Pokoknya nafas mau habis. Di situ selain saya lihat cahaya, banyak puing-puing. Ya saya coba ambil biar saya ngambang. Makanya kita minta betul supaya Kapal ini dicari sampai dapat," tutup Darno. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya