Debit Air Sungai di Jateng Selatan Turun hingga 40%

Liliek Dharmawan
29/7/2015 00:00
Debit Air Sungai di Jateng Selatan Turun hingga 40%
(Antara/Adeng Bustomi)
PENYALURAN air di sejumlah saluran irigasi di empat kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan seperti Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara mulai digilir sejak pertengahan Juli lalu. Pergiliran air tersebut disebabkan karena debit air sungai-sungai yang memasok  saluran irigasi mengalami penurunan hingga 40% dari kondisi normal.

Kepala Seksi Operasional dan Perawatan Balai Pengelola Sumberdaya Air (BPSDA) Serayu Citanduy Arief Sugiyarto mengatakan bahwa memasuki musim kemarau terjadi penurunan debit air di sungai-sungai besar yang ada di Jateng selatan.
"Umumnya, penurunan debitnya mencapai 40% jika dibandingkan dengan kondisi normal. Hal itu dikarenakan tidak ada
pemasukan air, sementara air terus dikeluarkan," jelas Arief, hari ini.

Ia mencontohkan, debit air di Sungai Serayu yang merupakan sungai terbesar yang ada di Jateng selatan juga menurun drastis. "Pada saat musim penghujan, debit air di Sungai Serayu dapat mencapai 1.200 meter kubik per detik. Tetapi, saat ini sudah menurun hingga 480 meter kubik per detik. Sehingga saat ini, debitnya mencapai 720 meter per detik," katanya.

Selain itu, lanjut Arief, sungai yang turun debitnya adalah Sungai Klawing, Mrawu, Sapi, Pelus, Logawa, Banjaran dan Cikawung.

"Dengan penurunan debit air tersebut, maka dilakukan penggiliran penyaluran air. Hal itu dilakukan agar sawah-sawah yang kini masih menanam padi tidak  mengalami kekeringan dan dapat panen," ujar Arief.

Dikatakan Arief, di wilayah kerja BPSDA Serayu Citanduy ada 13 daerah irigasi yang tersebar di empat kabupaten. Irigasi teknis yang bersumber dari sungai-sungai di wilayah setempat akan mengairi lahan pertanian lebih dari 67 ribu hektare (ha), 57 ribu ha lebih menjadi tanggung jawab pusat dan 10 ribu ha lebih merupakan tanggung jawab BPSDA Serayu Citanduy. (Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya