Tujuh Remaja Hilang di Lawu, Tim Gabungan SAR dan BPBD Dikerahkan
Widjajadi
29/7/2015 00:00
(Antara/Maulana Surya)
TIM Gabungan Basarnas, SAR UNS, BPBD Karanganyar, Anak Gunung Lawu, dan kepolisian melakukan penyebaran dan penyisiran ke Gunung Lawu untuk melakukan pencarian, seiring adanya laporan yang menyebutkan enam remaja dan seorang bocah hilang dalam pendakian ke gunung keramat itu melalui pintu pendakian Cemorokandang, sejak Sabtu (25/7).
Jurubicara Tim SAR UNS Yohan Tri Anggoro mengatakan hingga Rabu (29/7), belum ada kejelasan tentang nasib dan keberadaan enam remaja dan satu bocah warga Solo Raya tersebut. "Kami terus melakukan pencarian, hari ini ini kami berangkatkan tim keempat untuk naik ke atas," tukas dia.
Tujuh orang terdiri enam remaja dan satu bocah berumur delapan tahun, sejak pamit pergi ke kawasan Lawu pada Sabtu ( 25/7) hingga empat hari kemudian tidak melakukan komunikasi, dan orang tua mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mendapatkan informasi, sejak hilang kontak pada Sabtu malam.
Para pendaki yang kini senyap dan tidak diketahui keberadaanya itu adalah Reffi,18, Guruh Putra alias Puput,18, Gabriel,18, Maya Mega Pratiwi,18, Sasi,11, dan Abdul,8. Mereka warga di sejumlah kampung di Kota Solo, dan satunya lagi, Mega, merupakan warga Perum Subur Makmur, Ngringo, Jaten, Karanganyar.
Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar Nugroho mengatakan bahwa ketujuh pendaki remaja dan bocah itu naik melalui pintu pendakian Cemoro Kandang.
"Kalau mendaki, mestinya sudah harus kembali. Tetapi sampai Selasa (28) semua tidak ada yang turun, dan bahkan hilang kontak. Karena itu gabungan tim pencari dari SAR Surakarta, Basaranas, Anak Gunung Lawu (AGL), polisi, BPBD Karanganyar dibantu masyarakat melakukan penyisiran. Mudah-mudahan semua masih bisa diselamatkan," ujar Nugroho.
Sedang Gohan Wijayana dari Tim Basarnas Pos Surakarta menegaskan, hingga Rabu siang belum ada tanda-tanda yang menunjukkan keberadaan tujuh pendaki remaja dan bocah yang hilang kontak sejak Sabtu malam itu.
"Tim Gabungan masih terus bergerak mencari," ungkap Gohan kepada Media Indonesia.
Pada bagian lain, Kapolsek Tawangmangu AKP Riyanto mengungkapkan sejumlah pendaki telah ikut membantu memberikan keterangan bahwa berdasarkan tanda-tanda yang ditunjukkan tim pencari, tujuh pendaki dari Solo itu masih berada di atas.
"Kami terus memantau dari tim gabungan yang sudah naik ke atas, mudah-mudahan semua bisa diselamatkan," tandas Riyanto. (Q-1)