Sedihnya Partai Golkar tidak Bisa Mengajukan Calon Kepala Daerah di Bangka Tengah
Rendy Ferdiansyah
29/7/2015 00:00
(MI/Ramdani)
PERPECAHAN di tubuh Partai Golkar di tingkat pusat membuat partai ini tidak bisa mengusung calon pada pilkada di Kabupaten Bangka Tengah, Bangka Belitung. Partai ini terpaksa mendukung pasangan calon dari partai lain.
Suwarno, Ketua Partai Golkar Bangka Tengah kubu Agung Laksono mengumbar rasa penyesalannya, hari ini. "Kami sedih lantaran tidak bisa mengusung calon sendiri dalam pilkada serentak Desember nanti," keluhnya.
Partai Golkar Bangka Tengah pada pemilu legeslatif 2014 lalu mampu menempatkan delapan anggotanya di DPRD. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk membuat mereka mengusung sendiri pasangan calon kepala daerah.
"Dualisme kepengurusan Partai Golkar membuat kami tidak bisa mengusung calon kepala daerah. Kami harus pasrah, meski tidak puas, untuk menjadi pendukung pasangan calon kepala daerah dari partai laim," tambah Suwarno.
Sebenarnya, lanjut dia, pihaknya sudah bersiap mengajukan pasangan calon. Kelengkapan untuk itu sudah dipenuhi, di antaranya berkas formulir maupun surat keputsan dari DPP Partai Golkar.
"Kami sudah melengkapi berkas mulai dari formulir B1, B2, B3, dan B4, maupun B1 KWK. Namun karena hanya persetujuan satu kubu saja, KPU Bangka Tengah menyatakan persyaratan kami belum lengkap, karena baru dari satu kubu," tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD Golkar Bangka Tengah kubu Abu Rizal Bakrie, Muchtar Suhaimi mengatakan pihaknya tidak mengusulkan calon kepala daerah berdasarkan Musyawarah daerah dan kesepakatan dengan DPD I.
"Kami memang tidak memberikan dukungan, sebab hingga saat ini, kami sama sekali tidak mendapat SK dari DPP. Sampai saat ini, tidak jelas." (N-3)