PENUTUPAN pelayaran feri di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlanjut sampai Rabu (29/7). Kondisi ini disebabkan tinggi gelombang di perairan mencapai lima meter.
Jika satu hari sebelumnya, hanya dua rute pelayaran yang tutup, mulai hari ini, penutupan pelayaran bertambah menjadi enam rute. Enam rute yang ditutup itu ialah upang-Larantuka, Kalabahi Kupang, Kupang-Rote, Kupang-Sabu, Aimere-Kupang, dan Sabu-Waingapu.
Kepala PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang Arnoldus Yansen mengatakan penutupan sementara pelayaran berlangsung sampai akhir pekan ini. Sesuai laporan BMKG El Tari Kupang, tinggi gelombang di perairan berkisar antara 2,5-5 meter terjadi di seluruh perairan NTT, kecuali Selat Flores.
Kecepatan angin antara 25-50 kilometer jam bertiup dari Timur-Tenggara. Tinggi gelombang lima meter terjadi di perairan selatan Pulau Rote sampai Kupang, Laut Timor Selatan NTT, dan Laut Timor selatan Timor Leste, dan Laut Sawu.
Selain feri, kapal cepat rute Kupang-Sabu pulang-pergi masih tertahan di Dermaga Sabu sejak Selasa (28/7).
Di Sabu, penutupan pelayaran mengakibatkan penumpang yang bertolak ke Kupang tertahan. Saat ini satu-satunya transportasi Kupang-Sabu dilayani pesawat Susi Air berkapasitas 12 penumpang.
Harga tiket pesawat pun melonjak sampai Rp1.100.000 per penumpang dari harga normal Rp950.000 per penumpang. (Q-1)