Kuasa Hukum Margriet Dihujat Tiga Ormas Besar

Arnoldus Dhae
29/7/2015 00:00
Kuasa Hukum Margriet Dihujat Tiga Ormas Besar
(ANTARA/Nyoman Budhiana)
SIDANG praperadilan kasus pembunuhan Engeline kembali digelar di PN Denpasar. Sidang dengan agenda penyerahan dan pembacaan kesimpulan dari pemohon dan termohon tersebut dikawal ketat ratusan anggota dari tiga ormas besar di Bali yakni Laskar Bali, Baladika, dan Pemuda Bali Bersatu (PBB).

Ratusan anggota ormas berbadan tegap tersebut memenuhi halaman kantor PN Denpasar sampai meluap ke jalan raya. Akibatnya, sebagian jalur Jl Sudirman ditutup total.

Dalam orasinya, para anggota Ormas itu terus menghujat kuasa hukum Margrie yang dipimpin Hotma Sitompul. Hotma habis dihujat warga Bali yang peduli dengan kasus pembunuhan sadis yang menyebabkan siswi kelas 2 SD XII Sanur yang bernama Engelina,8, itu tewas dibantai ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam, Kesiman-Denpasar Timur.

Salah satu pentolan ormas Laskar Bali memimpin kawan-kawannya untuk meneriaki pengacara kondang itu sebagai pengacara yang mata duit dan tidak memiliki hati nurani.

"Pengacara mata duit. Pengacara Sitompul tolong pake hati. Kita preman tapi pake hati dan pake kebenaran. Sitompul tidak punya pekerjaan di Jakarta. Dia datang ke Bali untuk mencari pekerjaan biar tenar," teriak pria yang memakai topi koboi itu.

Sementara anggota ormas lainnya berteriak agar para pengacara itu tidak mencari ketenaran di Bali."Bagi Sitompul, cari pekerjaan di Jakarta, jangan cari pekerjaan di Bali. Tolong bela kebenaran. Hidup Polda Bali. Jangan kalah Polda Bali," lanjutnya dengan berteriak melalui pengeras suara.

Suasana pun semakin ramai. Bahkan beberapa anggota ormas yang sebelumnya berjaga di jalan raya, tepatnya di depan PN, begitu mendengar teriakan sontak mereka meransek maju untuk berteriak memberikan dukungan kepada Polda Bali dan menghujat pengacara kondang itu dengan kata-kata kasar dan caci maki.

Salah satu pentolan Ormas Laskar Bali Aji Barak yang juga adalah Ketua DPC Laskar Bali Badung mengatakan bahwa jaksa atau pun hakim diharapkan bisa berpegang teguh pada kebenaran.

"Sesuai dengan aturan ini, diharapkan jaksa atau hakim agar tidak memihak pada orang yang salah tetapi memihak pada kebenaran. Negara ini adalah negara hukum dan jangan main duit. Kami sangat mendukung Polda Bali dalam sidang praperadilan. Laskar Bali tetap menjaga Bali dan ke depannya kita tetap mendukung Polda Bali," ujarnya.(Q-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya