Margrieth Ternyata Berbohong, Pengacara Mengundurkan Diri
Arnoldus Dhae
28/7/2015 00:00
( ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
MANTAN pengacara Margrieth, M Zulfahrial, buka suara soal Margriet. Saat menonton sidang praperadilan di PN Denpasar, Selasa (28/7), Zulfahrial membeberkan alasan kenapa ia mengundurkan diri.
Dikatakan, ia mengundurkan diri karena Margrieth berbohong dan menyuruhnya untuk berbohong.
"Margrieth itu berbohong dan ia menyuruh saya harus berbohong. Makanya saya akhirnya mengundurkan diri menjadi kuasa hukum Margriet," ujarnya.
Menurutnya, saat pertama kali mendampingi Margriet, dia memintanya untuk menyampaikan hal yang sebenarnya tidak ada.
"Margrieth menyuruh saya agar meminta anaknya yakni Yvonne dan Christin, bila ditanya oleh penyidik untuk mengaku jika mereka secara rutin mengirimkan uang kepada Margrieth setiap bulan. Besarannya, untuk Yvonne sebanyak Rp2 juta per bulan dan Christin besarannya 500 dolar Amerika per bulan karena Christin bekerja di Amerika," ujarnya.
Saat mendapat permintaan itu, Zulfahrial akhirnya meminta bertemu dengan kedua anaknya. "Saat saya minta bertemu, kedua anak kandung Margrieth itu tidak mau bertemu di Polresta. Akhirnya kami bertemu di sebuah swalayan sekitar pukul 23.00 Wita jelang tengah malam. Mereka mengaku tidak pernah mengirimkan uang sebanyak itu. Kalau pun kirim jumlahnya tidak seperti itu. Kirimnya tergantung permintaan," ujarnya.
Sementara pengacara Margrieth saat ini, Hotman Paris Hutapea, menyesalkan keterangan saksi ahli Rony Nitibaskara yang tidak ada dalam BAP.
"Saat sidang sedang dimulai tadi, saya SMS-san sama Pak Rony, mempertanyakan alasan kenapa keterangan ahlinya tidak dimasukan dalam BAP. Pak Rony menjawab dia sudah memberikan keterangan tertulis dan sudah diserahkan ke Polda Bali. Namun sayangnya, keterangan ahli ini tidak tampak dalam bukti surat dari penyidik Polda Bali," ujarnya.
Sementara Haposan Sihombing, pengacara Agus Tae Hambamay, menjelaskan, sejak penangkapan pertama oleh tim Buser Polresta Denpasar, kliennya sebenarnya sudah mengatakan bahwa pembunuh yang sebenarnya adalah Margriet.
"Saat ditangkap di kos-kosannya di wilayah Sesetan Denpasar Selatan, Agus sebenarnya sudah mengakui pembunuhan utamanya adalah Margrieth. Itulah sebabnya, pada hari yang sama Margrieth langsung ditangkap," ujarnya.
Namun entah kenapa, pada hari yang sama Margrieth langsung dibebaskan, tidak sampai 24 jam penahanan. Setelah itu keterangan Agus langsung berubah-ubah.
"Kalau saksi ahli mengatakan jika keterangan pertama merupakan keterangan yang paling fresh, fair, maka sebenarnya keterangan saat ditangkap itu. Namun saat di-BAP, Agus malah berubah setelah ada Margrieth di Polresta Denpasar," ujarnya.(Q-1)