Perayaan Hari Anak Nasional di Rumah Kediaman Engeline
Arnoldus Dhae
23/7/2015 00:00
(Antara/Nyoman Budhiana)
PERINGATAN Hari Anak Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 23 Juli dirayakan oleh para aktivis pemerhati anak di Bali. Menariknya, perayaan hari anak nasional kali ini digelar langsung di rumah kediamanan Engeline di Jl Sedap Malam 26 Denpasar. Hadir dalam perayaan tersebut para aktivis, para pengacara muda Bali dan masyarakat umum lainnya.
Perayaan dilakukan secara sangat sederhana namun tetap meriah. Tidak ada sorak sorai dan permainan yang mengundang canda tawa sebagaimana acara untuk anak-anak. Acara dilakukan dengan menabur bunga, menyalakan lilin langsung di depan foto Engeline yang sampai saat ini masih terpampang di depan rumahnya. Masing-masing peserta memanjatkan doa dan bahkan ada yang sampai berlinang air mata.
Luh Putu Anggraeni, perwakilan dari sejumlah aktivis tersebut mengatakan, mereka sengaja mengunjungi rumah tempat bocah malang yang mendapat penyiksaan dan tewas dengan cara mengenaskan. Hal ini dilakukan sebagai momen mengenai perlindungan anak di Bali.
"Kami berharap kasus kematian Angeline cepat terlesaikan. Karenanya kami datangi tempat ini, dimana di tempat ini Engeline dibunuh dan dikubur dengan cara yang tak sepatutnya," teriak Anggraeni.
Ia mengatakan, selain harapan tersebut, pihaknya mendesak kepada penegak hukum, baik tingkat kepolisian maupun pengadilan, untuk segera menuntaskan kasus tersebut. "Masih banyak kasus-kasus kekerasan serupa yang terjadi selain Engeline. Namun, di hari Anak nasional ini, cukup sudah ada kekerasan yang dialami anak-anak kita. Jangan lagi ada peristiwa serupa seperti yang dialami Engeline-Engeline lainnya," pungkasnya. (Q-2)